FASB Mengangkat Kembali Isu Akuntansi Cryptocurrency untuk 2026 di Tengah Perubahan Kebijakan AS

2 minggu yang lalu
Waktu baca 1 menit
8 tampilan

Pembahasan Standar Akuntansi Cryptocurrency di AS

Penyusun standar akuntansi di Amerika Serikat berencana untuk membuka kembali pembahasan mengenai cryptocurrency pada tahun 2026. Langkah ini berpotensi mengubah cara perusahaan melaporkan stablecoin dan transaksi token yang kompleks. Inisiatif ini muncul seiring dengan meningkatnya dukungan di Washington untuk aset digital yang diatur, meskipun para penyusun standar menekankan pentingnya independensi mereka.

Kategorisasi Stablecoin

Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) menyatakan akan mengevaluasi apakah beberapa stablecoin dapat dikategorikan sebagai “setara kas” di bawah prinsip akuntansi yang berlaku di AS (U.S. GAAP). Saat ini, sebagian besar stablecoin tidak memenuhi definisi tersebut, sehingga perusahaan harus mengklasifikasikannya sebagai aset lain, bukan sebagai kepemilikan yang mirip kas.

Menurut aturan yang ada, setara kas harus sangat likuid, dapat dengan cepat dikonversi menjadi jumlah kas yang diketahui, dan memiliki risiko perubahan nilai yang minimal.

Evaluasi Kriteria Stablecoin

FASB berencana untuk menilai apakah stablecoin yang didukung fiat tertentu memenuhi kriteria tersebut dalam praktiknya, termasuk kualitas cadangan, syarat penukaran, dan keandalan operasional. Jika klasifikasi setara kas ini diadopsi, hal ini dapat mengubah neraca dan laporan arus kas bagi perusahaan yang mengandalkan stablecoin untuk pembayaran, operasi treasury, atau penyelesaian transaksi.

Selain itu, ini juga akan menetapkan batasan yang lebih jelas mengenai apa yang tidak memenuhi syarat, sehingga membatasi interpretasi yang terlalu luas oleh penerbit atau pemegang.

Pengakuan Transfer Cryptocurrency

FASB juga akan meneliti bagaimana perusahaan mengakui transfer cryptocurrency yang tidak sekadar menyerupai pengiriman sederhana, termasuk token yang dibungkus yang mewakili aset yang dijembatani di berbagai blockchain. Pedoman saat ini masih menyisakan celah dalam pengakuan, penghapusan pengakuan, dan pengungkapan untuk transaksi ini.

Agenda dan Proses FASB

Dewan menambahkan kedua topik terkait cryptocurrency ke agenda teknisnya pada akhir 2025, dengan penelitian dan jangkauan yang dijadwalkan untuk dimulai tahun depan. Setiap perubahan aturan akan mengikuti proses standar FASB, termasuk komentar publik dan redeliberasi, sebelum menjadi panduan yang otoritatif.

Dukungan Kebijakan AS

Waktu ini bertepatan dengan dorongan kebijakan AS yang diperbarui untuk mendukung aturan cryptocurrency yang lebih jelas. Meskipun FASB tidak menetapkan kebijakan, latar belakangnya mencakup seruan dari pemimpin politik, termasuk Donald Trump, untuk mempercepat kerangka kerja stablecoin dan mendorong aktivitas cryptocurrency domestik.

Pejabat FASB menekankan bahwa keputusan dewan didasarkan pada perlindungan investor, perbandingan, dan representasi yang akurat, bukan pada kepentingan politik.

Konteks Pembaruan FASB

Pekerjaan FASB pada tahun 2026 ini merupakan kelanjutan dari pembaruan tahun 2023 yang memindahkan banyak aset cryptocurrency ke pengukuran nilai wajar, sementara stablecoin dan NFT sebagian besar tetap tidak tersentuh. Dengan kembali fokus pada stablecoin dan mekanisme transfer, dewan bertujuan untuk menutup celah pelaporan yang telah berkembang seiring dengan meningkatnya penggunaan cryptocurrency oleh perusahaan.