China Mempertaruhkan Digital Yuan dengan Bunga Suku Bunga Sementara AS Membahas Hadiah Stablecoin

1 hari yang lalu
2 menit baca
4 tampilan

Perkembangan Digital Yuan di China

Saat China melanjutkan langkahnya dengan memberikan bunga pada mata uang digitalnya, perdebatan di AS tetap belum terpecahkan. Jalur yang berbeda ini menunjukkan adanya kesenjangan kebijakan yang semakin besar mengenai bagaimana uang digital seharusnya bersaing, siapa yang mendapatkan manfaat dari hadiah, dan bagaimana sistem pembayaran berkembang seiring pergeseran perdagangan ke on-chain.

Implementasi Bunga pada Digital Yuan

China akan mulai membayar bunga pada saldo yang dipegang dalam digital yuan resminya, sebuah perubahan yang mendekatkan mata uang yang didukung negara ini ke produk seperti deposito dan mempertegas perbedaan dengan perdebatan AS yang sedang berlangsung mengenai hadiah stablecoin. Kebijakan ini, yang dikonfirmasi oleh pejabat senior Bank Rakyat China dan dilaporkan oleh Bloomberg, akan berlaku mulai 1 Januari dan memungkinkan bank-bank komersial untuk membayar bunga kepada pengguna berdasarkan jumlah digital yuan yang mereka miliki.

Adopsi dan Penggunaan Digital Yuan

Perubahan ini mengikuti hampir satu dekade percobaan dan pengujian untuk digital yuan, yang juga dikenal sebagai e-CNY. Meskipun telah diluncurkan secara luas di berbagai kota dan kasus penggunaan, adopsi masih tertinggal di belakang platform pembayaran swasta seperti Alipay dan WeChat Pay. Pejabat kini membingkai pembayaran bunga sebagai cara untuk membuat digital yuan lebih praktis untuk digunakan sehari-hari, bukan hanya sebagai pengganti uang tunai digital.

Statistik dan Dampak

Menurut Lu Lei, wakil gubernur Bank Rakyat China, sistem ini telah memproses 3,48 miliar transaksi pada akhir November, dengan total mencapai 16,7 triliun yuan. Bank sentral telah menyoroti angka-angka ini untuk menunjukkan skala, sekaligus menandakan bahwa insentif diperlukan untuk mengubah perilaku konsumen di pasar pembayaran yang padat.

Integrasi Digital Yuan ke dalam Sistem Perbankan

Pembuat kebijakan China telah menggambarkan fitur bunga ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengintegrasikan digital yuan ke dalam sistem perbankan. Bank-bank komersial akan menghitung dan mendistribusikan bunga, menghubungkan mata uang ini lebih dekat dengan akun gaya deposito permintaan. Akibatnya, digital yuan mulai menyerupai hibrida antara uang tunai dan deposito bank.

Persaingan dengan Platform Swasta

Pada saat yang sama, langkah ini mencerminkan tekanan kompetitif. Platform swasta masih mendominasi pembayaran ritel, dan bunga memberikan alasan finansial langsung bagi pengguna untuk menyimpan saldo di dompet resmi. Insentif tersebut mencerminkan alat yang telah lama digunakan oleh bank di seluruh dunia untuk menarik deposito.

Konteks Geopolitik dan Reaksi di AS

Pengumuman ini juga datang di tengah konteks geopolitik yang lebih luas. China secara konsisten menggambarkan proyek mata uang digitalnya sebagai peningkatan infrastruktur jangka panjang, sementara para kritikus di Barat sering melihatnya melalui lensa kompetisi moneter dan pengaruh lintas batas. Waktu keputusan China ini menarik perhatian di Washington, di mana para pembuat undang-undang sedang mempertimbangkan kembali apakah penerbit stablecoin harus diizinkan untuk menawarkan hadiah atau bunga.

Perdebatan di AS Mengenai Stablecoin

Komite Perbankan Senat sedang mempersiapkan untuk menandatangani undang-undang struktur pasar, dengan hadiah stablecoin masih dalam perdebatan meskipun ada ketentuan sebelumnya dalam Undang-Undang GENIUS. CEO Coinbase, Brian Armstrong, memperingatkan bahwa memblokir hadiah berisiko melemahkan daya saing AS. Dalam sebuah pos pada 7 Januari di X, ia mengatakan keputusan China menunjukkan bahwa membayar bunga menguntungkan orang biasa dan bertindak sebagai keuntungan kompetitif.

Argumen dari Pendukung dan Kritikus

Para pendukung industri berargumen bahwa hadiah memperkenalkan kompetisi dalam pembayaran, bukan mengancam bank. Mereka menunjuk pada penelitian yang menunjukkan tidak ada hubungan yang jelas antara pertumbuhan stablecoin dan pengurangan pinjaman bank atau deposito bank komunitas. Sebaliknya, para kritikus di sektor perbankan memperingatkan bahwa stablecoin berbunga dapat menekan margin yang terkait dengan deposito dan biaya kartu.