BNY Mengumumkan Setoran Ter-tokenisasi di Blockchain
BNY, bank kustodian terbesar di dunia, mengumumkan pada hari Jumat bahwa mereka akan mulai menerbitkan representasi digital dari setoran pelanggan di blockchain. Dalam sebuah postingan blog, lembaga yang didirikan oleh Alexander Hamilton ini menggambarkan langkah tersebut sebagai langkah kunci dalam memperkuat kemampuannya untuk memindahkan “uang yang dapat diprogram, on-chain” melalui jalur digital.
Detail Produk dan Tujuan
Produk ini didukung oleh blockchain pribadi dan berizin milik bank, tambah BNY. Produk ini ditujukan untuk institusi maupun “digital natives”. BNY menggambarkan setoran ter-tokenisasi sebagai entri buku digital yang mewakili dana yang dapat ditarik oleh klien yang berpartisipasi melalui cara tradisional.
Bank tersebut menyatakan bahwa token akan digunakan pada awalnya dalam konteks jaminan dan margin. Langkah ini menegaskan bagaimana para pelaku Wall Street semakin memanfaatkan aset digital untuk meningkatkan bisnis yang ada.
Manfaat dan Kepatuhan
BNY menyoroti kemampuan setoran ter-tokenisasi untuk “mengurangi gesekan penyelesaian” dan “meningkatkan efisiensi likuiditas” dalam berbagai pengaturan. Perusahaan mencatat bahwa saldo klien, meskipun akan direpresentasikan di on-chain, akan tetap dicatat dengan sistem tradisional BNY untuk tujuan kepatuhan.
Pernyataan dari Pimpinan BNY
Dalam sebuah pernyataan, Chief Product and Innovation Officer BNY, Carolyn Weinberg, menekankan sifat terpercaya dari setoran bank lembaga tersebut. Bank yang telah beroperasi selama lebih dari 240 tahun ini telah mengamankan $57,8 triliun dalam aset atas nama klien per September. Raksasa yang berbasis di New York ini juga memiliki $2,1 triliun dalam aset yang dikelola.
Persaingan dan Inovasi
Sementara pesaing seperti JPMorgan memperluas setoran ter-tokenisasi ke berbagai jaringan, BNY menyatakan bahwa versi produk mereka akan berfungsi sebagai “jaringan penghubung infrastruktur digital BNY”, yang mencakup dana pasar uang ter-tokenisasi dengan Goldman Sachs yang diluncurkan pada bulan Juli.
Setelah membentuk unit aset digitalnya pada tahun 2021, perusahaan mulai mengelola kunci privat untuk klien pada tahun berikutnya, dengan peluncuran layanan kustodi untuk Bitcoin dan Ethereum.
Kutipan dari Pemimpin Industri
“BNY mengambil langkah ini untuk memungkinkan setoran ter-tokenisasi adalah momen penting untuk adopsi uang digital,” kata Nathan McCauley, salah satu pendiri dan CEO Anchorage Digital.
Citadel Securities, yang menyatakan pada bulan Juli bahwa mereka menyumbang 25% dari volume ekuitas AS, juga menggambarkan tokenisasi sebagai hal yang krusial untuk masa depan keuangan. CEO raksasa pembuat pasar tersebut, Ken Griffin, pada tahun 2021 menyebut crypto sebagai “seruan jihad” melawan dolar AS.