SEC dan CFTC Luncurkan Kembali Project Crypto untuk Menyelaraskan Pengawasan Aset Digital di AS

4 hari yang lalu
2 menit baca
4 tampilan

Regulasi Cryptocurrency dan Project Crypto

Regulator cryptocurrency mendesak Kongres untuk segera mengesahkan undang-undang yang mengatur struktur pasar saat SEC dan CFTC meluncurkan kembali Project Crypto. Inisiatif ini bertujuan untuk mengoordinasikan pengawasan on-chain dan menutup celah yang ada. Ketua Securities and Exchange Commission (SEC), Paul S. Atkins, meminta Kongres untuk segera mengesahkan undang-undang yang mengatur struktur pasar cryptocurrency. Hal ini disampaikan saat kedua lembaga regulator federal tersebut mengumumkan pendekatan terkoordinasi untuk pengawasan aset digital. Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Michael S. Selig, bergabung dengan SEC dalam peluncuran kembali Project Crypto pada 29 Januari 2026, menurut pernyataan resmi dari kedua lembaga.

Tujuan dan Pendekatan Project Crypto

Inisiatif bersama ini bertujuan untuk menyelaraskan pengawasan SEC dan CFTC seiring dengan semakin berkembangnya pasar aset digital di jaringan blockchain. Pengumuman ini muncul di tengah perdebatan para pembuat undang-undang mengenai undang-undang cryptocurrency bipartisan yang membahas struktur pasar. Atkins dan Selig menyatakan dalam pernyataan bersama mereka bahwa kejelasan regulasi memerlukan tindakan legislatif dan pelaksanaan terkoordinasi oleh lembaga federal.

Project Crypto dijelaskan sebagai program yang dirancang untuk mempersiapkan pasar AS dalam perdagangan dan penyelesaian aset digital. Para regulator menyatakan bahwa pasar cryptocurrency telah bergerak “on-chain,” yang mengharuskan lembaga untuk memodernisasi kerangka pengawasan dan kemampuan pengawasan mereka. Inisiatif ini bertujuan untuk menetapkan regulasi yang terkoordinasi di seluruh lembaga, sesuai dengan pernyataan tersebut.

Pentingnya Kerangka Regulasi yang Jelas

Kedua ketua berargumen bahwa aturan yang tidak jelas dan pendekatan yang berfokus pada penegakan telah membatasi inovasi dan mengurangi peluang bagi investor. Mereka menyerukan perlunya kerangka regulasi yang jelas dan penegakan yang konsisten. Selig dan Atkins mengusulkan agar regulator harus mengurutkan persyaratan baru daripada memberlakukan beberapa kewajiban secara bersamaan, sehingga menciptakan jalur bagi peserta pasar yang patuh.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi pendekatan regulasi “minimum-effective-dose”, dengan aturan yang berfokus pada risiko material dan didasarkan pada wewenang hukum. Kedua ketua mencatat bahwa pengawasan yang terfragmentasi menciptakan celah regulasi di pasar on-chain, di mana fungsi perdagangan, penyelesaian, dan kustodi sering kali terintegrasi. Pembagian yurisdiksi antara lembaga menghasilkan persyaratan yang berulang, yang mengurangi efisiensi dan kejelasan regulasi, menurut pernyataan tersebut.

Penghapusan Konflik Regulasi

Project Crypto bertujuan untuk menghilangkan konflik regulasi dengan menyelaraskan definisi di seluruh lembaga, mengoordinasikan tanggung jawab pengawasan, dan memungkinkan berbagi data antara regulator. Tujuannya adalah untuk mencegah perusahaan menghadapi pendaftaran yang berulang untuk produk serupa, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan tersebut.

Kedua ketua memperingatkan bahwa yurisdiksi global bersaing untuk menarik aktivitas aset digital, dengan beberapa negara menerapkan kerangka regulasi yang lebih ringan, sementara yang lain memberlakukan pembatasan yang dapat memperlambat pengembangan pasar. Mereka berargumen bahwa regulasi yang terlalu ketat dapat mendorong inovasi ke yurisdiksi lain. Atkins mendesak Kongres untuk mengesahkan CLARITY Act dan undang-undang struktur pasar yang lebih luas, menyebut tindakan legislatif tersebut sebagai hal yang mendesak. Dia juga menyatakan dukungan untuk memperluas akses akun pensiun ke aset cryptocurrency.

Pentingnya Tindakan Legislatif dan Pelaksanaan Terkoordinasi

Kedua ketua menekankan bahwa tindakan legislatif harus disertai dengan rencana pelaksanaan terkoordinasi untuk memberikan kejelasan regulasi. Pernyataan tersebut menekankan bahwa regulator harus menyesuaikan aturan dengan teknologi baru, bukan menerapkan kerangka kerja lama, dengan fokus pada risiko material. Pendaftaran, pengungkapan, kustodi, penyelesaian, dan pengawasan diidentifikasi sebagai area prioritas jangka pendek. Inisiatif ini memberikan tekanan pada Kongres untuk menetapkan kerangka hukum bagi pasar aset digital, dengan kedua ketua menunjukkan bahwa pelaksanaan regulasi terkoordinasi akan mengikuti kemajuan legislatif.