Otoritas Bekukan $3,5 Juta dalam Cryptocurrency saat Europol dan DOJ Menghentikan Jaringan Proxy ‘SocksEscort’

5 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
6 tampilan

Pembongkaran Operasi Proxy Jahat

Otoritas Eropa dan Amerika Serikat baru-baru ini mengumumkan pembongkaran operasi proxy jahat besar yang terkait dengan router rumah dan bisnis kecil yang terinfeksi malware. Dalam operasi ini, mereka membekukan $3,5 juta dalam cryptocurrency dan menyita infrastruktur yang digunakan untuk mendukung penipuan. Europol menyebutkan bahwa tindakan yang dilakukan pada 11 Maret ini, dinamakan Operasi Lightning, menargetkan layanan “SocksEscort”. Layanan ini dikatakan telah mengkompromikan lebih dari 369.000 router dan perangkat Internet of Things di 163 negara, serta menawarkan lebih dari 35.000 proxy kepada penggunanya selama beberapa tahun terakhir.

Detail Operasi dan Penegakan Hukum

Menurut Europol, penegak hukum menyita 34 domain dan 23 server di tujuh negara. Sementara itu, otoritas AS membekukan $3,5 juta dalam cryptocurrency yang terkait dengan kasus ini. Europol juga mencatat bahwa platform pembayaran yang berhubungan dengan layanan tersebut diperkirakan telah menerima lebih dari $5,7 juta (€5 juta) dalam cryptocurrency.

Penyidikan dan Dampak Kriminal

Penyidikan yang dimulai pada Juni 2025 di bawah Joint Cyberaction Task Force Europol mengungkapkan adanya botnet perangkat yang terinfeksi, terutama router rumah, yang dieksploitasi untuk memfasilitasi kegiatan kriminal, termasuk ransomware, serangan DDoS, dan distribusi materi pelecehan seksual anak. Dalam pengumuman paralel, Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Timur California menyatakan bahwa aplikasi SocksEscort telah mencantumkan sekitar 8.000 router yang terinfeksi per Februari 2026, termasuk sekitar 2.500 di Amerika Serikat.

Kerugian yang Dialami Korban

Penegak hukum AS mengklaim bahwa para penjahat menggunakan akses proxy untuk menyamarkan lokasi asal mereka dalam skema yang mencakup pengambilalihan akun bank dan cryptocurrency, serta klaim pengangguran yang curang. Jaksa federal juga menyebutkan beberapa kerugian yang diduga dialami oleh korban, termasuk seorang pelanggan bursa cryptocurrency di New York yang dilaporkan ditipu sebesar $1 juta dalam aset digital, seorang produsen di Pennsylvania yang diduga kehilangan $700.000, dan anggota layanan militer, baik yang aktif maupun yang sudah pensiun, yang diduga ditipu sebesar $100.000.

“Dengan membongkar infrastruktur ini, penegak hukum telah mengganggu layanan yang memungkinkan kejahatan siber secara global,” kata Direktur Eksekutif Europol, Catherine De Bolle, dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan, “Operasi seperti ini menunjukkan bahwa ketika penyelidik menghubungkan titik-titik secara internasional, infrastruktur di balik kejahatan siber dapat terungkap dan dihentikan.”