Mengapa Gillibrand Percaya CLARITY Act Akan Disahkan pada Tahun 2026

17 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Senator Kirsten Gillibrand di Consensus Miami 2026

Senator Kirsten Gillibrand tampil di panggung utama Consensus Miami 2026 pada hari kedua acara tersebut, bersama Kevin O’Leary dan Paul Grewal dari Coinbase. Dalam kesempatan itu, Gillibrand menyatakan optimisme mengenai prospek CLARITY Act di Kongres, berharap undang-undang ini dapat disahkan sebelum tenggat waktu Hari Peringatan pada 21 Mei.

Proses Legislasi dan Dukungan Bipartisan

Penampilannya berlangsung saat Komite Perbankan Senat bergerak menuju apa yang mungkin menjadi jendela markup terakhir yang layak untuk undang-undang ini pada siklus legislatif ini. Gillibrand mengungkapkan keyakinannya tentang jalur legislasi tersebut dan juga memberikan pandangannya mengenai regulasi kecerdasan buatan (AI) serta prospek pemilihan menengah 2026 untuk Partai Demokrat.

Komentarnya menambah suara Demokrat di panggung Consensus, di saat nasib CLARITY Act sangat bergantung pada dukungan bipartisan di Komite Perbankan Senat.

Dukungan dan Tantangan dari Pihak Republik

Seperti yang dilaporkan oleh crypto.news, Ketua Tim Scott telah berhasil mengamankan sebagian besar dukungan dari pihak Republik, namun Senator John Kennedy masih menahan dukungannya, yang meninggalkan jalur untuk markup yang belum terpecahkan. Senator Thom Tillis juga mengangkat isu baru: kelompok penegak hukum menentang ketentuan tanggung jawab pengembang DeFi dalam undang-undang tersebut.

Senator Cynthia Lummis dan Bernie Moreno menyatakan bahwa jika undang-undang ini gagal disahkan sebelum 21 Mei, jendela realistis berikutnya untuk pengesahan bisa mundur hingga tahun 2030.

Pernyataan CEO Ripple

CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyampaikan kepada kerumunan di Consensus pada hari pertama bahwa minggu lalu merupakan “pergeseran positif besar” dalam momentum di Senat, meskipun kelompok perbankan masih menolak ketentuan mengenai hasil stablecoin.

Pernyataan Gillibrand pada hari kedua menunjukkan bahwa setidaknya beberapa anggota Demokrat siap memberikan dukungan bipartisan yang diperlukan agar undang-undang ini dapat mencapai pemungutan suara, sebuah dinamika yang mungkin menjadi faktor penentu sebelum liburan Hari Peringatan menutup jendela sepenuhnya.