Samsung SDS Menangkan Kontrak untuk Platform Sekuritas Ter-Tokenisasi
Samsung SDS dilaporkan telah memenangkan kontrak untuk membangun dan mengoperasikan platform sekuritas ter-tokenisasi untuk Korea Securities Depository (KSD). Proyek ini membawa Korea Selatan lebih dekat untuk menerapkan infrastruktur sekuritas berbasis blockchain sebelum aturan baru mulai berlaku pada tahun 2027. Platform ini diharapkan selesai pada Februari 2027 dan akan mengubah testbed KSD sebelumnya menjadi sistem formal yang dirancang untuk pemrosesan transaksi dan operasi layanan yang stabil.
Integrasi Sistem dan Manajemen Sekuritas
KSD berencana untuk menghubungkan sistem akun sekuritas elektronik yang ada dengan data buku besar terdistribusi berbasis blockchain. Sistem ini akan mendukung penerbitan sekuritas ter-tokenisasi, pemeriksaan sirkulasi, dan manajemen hak. Selain itu, Samsung SDS juga akan membangun sistem manajemen volume yang diharapkan dapat melacak penerbitan dan sirkulasi sekuritas token secara real-time.
Peran Samsung SDS dalam Proyek Ini
Sebelumnya, Samsung SDS telah terlibat dalam program sekuritas token KSD, melakukan konsultasi analisis fungsi pada tahun 2024 dan membangun platform testbed pada tahun 2025. Kesepakatan baru ini memperluas pekerjaan sebelumnya menjadi sistem operasi penuh, menempatkan Samsung SDS dalam peran sentral saat Korea Selatan mempersiapkan infrastruktur pasar untuk aset ter-tokenisasi. Perusahaan akan membangun sistem gerbang, alat manajemen node blockchain, dan arsitektur buku besar terdistribusi. Sistem-sistem ini akan membantu KSD mengelola catatan yang terhubung dengan blockchain bersamaan dengan struktur akun sekuritas yang ada.
Pernyataan dari Samsung SDS
Lee Jung-heon, kepala pemasaran strategis di Samsung SDS, menyatakan bahwa perusahaan akan melaksanakan proyek ini “dengan cara yang stabil“. Dia juga menambahkan bahwa Samsung SDS akan memanfaatkan pengalaman dalam sekuritas token dan keterampilan infrastruktur TI-nya untuk mendukung pasar.
Perubahan Regulasi dan Dampaknya
Kesepakatan ini muncul setelah Komisi Layanan Keuangan Korea Selatan mengumumkan bahwa amandemen terhadap Undang-Undang Pendaftaran Elektronik dan Undang-Undang Layanan Investasi Keuangan dan Pasar Modal telah disetujui oleh Majelis Nasional pada 15 Januari. Perubahan ini menciptakan jalur hukum untuk penerbitan dan sirkulasi token sekuritas. FSC menyatakan bahwa buku besar terdistribusi berbasis blockchain dapat diakui secara hukum sebagai registri sekuritas, dan penerbit sekuritas token harus mengikuti prosedur hukum serta mengajukan permohonan pendaftaran elektronik dengan KSD.
Inisiatif Lanjutan oleh FSC
Pada 4 Maret, FSC meluncurkan badan konsultatif publik-swasta untuk token sekuritas. Kelompok ini akan bekerja pada aturan terkait teknologi, penerbitan, sirkulasi, pembayaran, dan penyelesaian. FSC juga mengumumkan bahwa kerangka yang telah diamandemen dijadwalkan mulai berlaku pada 4 Februari 2027, yang sangat sesuai dengan target penyelesaian yang dilaporkan oleh Samsung SDS untuk platform KSD.
Perkembangan Global dalam Sekuritas Ter-Tokenisasi
Proyek di Korea ini muncul saat sekuritas ter-tokenisasi semakin mendapatkan perhatian di pasar lain. Crypto.news baru-baru ini melaporkan bahwa DTCC merencanakan perdagangan produksi terbatas untuk sekuritas ter-tokenisasi pada Juli 2026, sebelum target layanan yang lebih luas pada bulan Oktober. Kelompok kerja DTCC mencakup lebih dari 50 perusahaan dari sektor keuangan tradisional dan crypto, termasuk BlackRock, Goldman Sachs, J.P. Morgan, Morgan Stanley, Circle, Ondo Finance, Ripple Prime, NYSE Group, Nasdaq, dan Payward.
Crypto.news juga melaporkan bahwa Ripple dan Kyobo Life Insurance sedang menguji penyelesaian obligasi pemerintah Korea berbasis blockchain, dengan target penyelesaian hampir real-time, dibandingkan dengan siklus normal dua hari. Proyek KSD Samsung SDS menunjukkan bahwa Korea Selatan sedang mempersiapkan sistem inti sebelum undang-undang mulai berlaku. Langkah selanjutnya akan bergantung pada aturan akhir, kesiapan pasar, dan bagaimana penerbit menggunakan platform setelah Februari 2027.