Pengetatan Cryptocurrency di Iran Saat AS Menargetkan Dompet IRGC

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Penyitaan Cryptocurrency oleh Departemen Keuangan AS

Departemen Keuangan AS baru-baru ini mengumumkan penyitaan hampir $1 miliar dalam cryptocurrency yang terkait dengan Iran, seiring dengan upaya Washington untuk memperluas kampanye finansialnya terhadap Teheran. Sekretaris Keuangan Scott Bessent mengungkapkan informasi ini dalam Forum Ekonomi Nasional Reagan, di mana ia menyatakan bahwa otoritas AS sedang melacak dana yang terhubung dengan jaringan luar negeri Iran.

Kampanye Penargetan Keuangan

Bessent menjelaskan bahwa kampanye ini bertujuan untuk menargetkan saluran keuangan yang berusaha digunakan Teheran di luar sistem perbankan tradisional. Menurut Bessent, penyitaan cryptocurrency terbaru ini merupakan bagian dari upaya lebih luas Departemen Keuangan untuk memutus aliran pendapatan yang terkait dengan pemerintah Iran dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Kampanye ini mencakup sanksi, pembekuan rekening bank, dan tindakan terhadap dompet blockchain yang terhubung dengan jaringan Iran. Dalam pernyataannya, Bessent menekankan bahwa Departemen Keuangan akan terus menargetkan jalur keuangan yang terkait dengan rezim Iran.

Sanksi dan Pembekuan Aset

Pada bulan April, OFAC (Office of Foreign Assets Control) menjatuhkan sanksi terhadap beberapa alamat dompet cryptocurrency yang terkait dengan IRGC. Tether, salah satu penyedia stablecoin, kemudian membekukan $344 juta dalam USDT di dua alamat blockchain Tron sebagai bagian dari koordinasi dengan penegakan hukum AS. Perusahaan analitik blockchain, Chainalysis, telah mengaitkan alamat-alamat tersebut dengan pola transaksi yang terkait dengan dompet militer Iran. Satu dompet dilaporkan menyimpan sekitar $213 juta, sementara yang lainnya menyimpan sekitar $131 juta.

Pembayaran dalam Cryptocurrency

Penyitaan ini mengikuti laporan bahwa Iran telah mulai menerima aset digital sebagai pembayaran untuk penjualan senjata ke luar negeri. Pusat Ekspor Kementerian Pertahanan Iran, yang dikenal sebagai Mindex, memperkenalkan syarat pembayaran pada bulan Januari yang memungkinkan kontrak militer diselesaikan dalam mata uang digital. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Mindex mengizinkan pengaturan barter dan pembayaran dalam rial Iran, memberikan Iran lebih banyak opsi pembayaran di tengah sanksi yang membatasi akses ke sistem keuangan konvensional.

Implikasi Geopolitik

Pada bulan April, Iran dilaporkan mempertimbangkan untuk mewajibkan kapal yang melewati Selat Hormuz untuk membayar tol transit dalam Bitcoin selama gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat. Kebijakan ini dianggap sebagai upaya untuk mengumpulkan pendapatan di luar saluran perbankan, sementara Iran tetap mempertahankan pengaruh atas jalur minyak yang penting. Proposal ini menempatkan Bitcoin dalam konteks sengketa geopolitik yang melibatkan pengiriman, sanksi, dan tekanan militer.

Bagi perusahaan pengiriman, rencana ini menimbulkan pertanyaan hukum dan operasional, karena pembayaran dalam cryptocurrency dapat mengekspos mereka pada risiko sanksi.

Kesimpulan

Angka terbaru dari Departemen Keuangan menunjukkan bahwa pejabat AS kini memandang dompet cryptocurrency sebagai bagian dari infrastruktur keuangan Iran. Bessent menegaskan bahwa Washington akan terus menargetkan jalur keuangan yang terkait dengan Teheran.