Ondo Finance Meluncurkan ETF BlackRock Onchain di Bawah Model yang Didukung SEC

3 jam yang lalu
2 menit baca
2 tampilan

Penerapan Onchain Sekuritas AS oleh Ondo Finance

Ondo Finance telah berhasil meluncurkan penerapan onchain pertama dari sekuritas AS yang ditokenisasi pihak ketiga, beroperasi dalam kerangka regulasi yang ada di Amerika Serikat. Menurut Ondo Finance, peluncuran ini membawa saham dari ETF iShares Core S&P 500 BlackRock (IVV) dan Micron Technology (MU) ke dalam blockchain Ethereum, sambil tetap menjaga sekuritas yang mendasarinya di dalam sistem kustodi tradisional AS. Peluncuran ini bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat pada 4 Juli, dan merupakan implementasi langsung pertama dari model penerbitan ini.

Model Kustodi Pihak Ketiga

Berbeda dengan banyak penawaran saham yang ditokenisasi yang diluncurkan di luar Amerika Serikat, Ondo Finance menyatakan bahwa modelnya mengikuti kerangka kustodi pihak ketiga yang diuraikan dalam pernyataan staf dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS pada Januari 2025. Dalam struktur ini, saham IVV dan Micron tetap berada di kustodian yang diatur, bukan berpindah ke blockchain. Agen transfer terdaftar Ondo, Oasis Pro, menerbitkan token berbasis Ethereum yang didukung 1:1 oleh saham yang mendasarinya. Perusahaan infrastruktur keuangan Broadridge mengelola komunikasi pemegang saham, pemungutan suara proxy, dan pengungkapan regulasi, sehingga pemegang token dapat menikmati hak yang sama dengan pemegang sekuritas melalui akun pialang tradisional AS.

Pernyataan CEO Ondo Finance

CEO Ondo Finance, Ian De Bode, menyatakan bahwa tonggak ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menerbitkan sekuritas yang ditokenisasi sesuai dengan regulasi yang berlaku di AS. “Ondo telah membangun infrastruktur regulasi, produk, dan layanan untuk mendukung semua model utama di dalam Amerika Serikat. Tonggak hari ini menunjukkan bahwa kami dapat men-tokenisasi sekuritas dengan cara yang memenuhi persyaratan pasar dan regulasi,” ujarnya.

Target Pasar dan Kemitraan

Perlu dicatat bahwa produk ini belum tersedia untuk investor AS dan saat ini ditujukan untuk pengguna internasional yang memenuhi syarat di luar negara tersebut. Peluncuran ini terjadi di tengah meningkatnya minat terhadap sekuritas yang ditokenisasi yang diatur, yang terus menarik investasi di seluruh pasar keuangan. Sebelumnya, Ondo Finance juga bermitra dengan Exodus Movement untuk memperkenalkan Exodus Markets, yang memungkinkan pengguna yang memenuhi syarat di yurisdiksi tertentu untuk memperdagangkan lebih dari 200 saham yang ditokenisasi, dana yang diperdagangkan di bursa, dan aset dunia nyata melalui dompet self-custodial Exodus di blockchain Solana.

Persaingan dan Isu Hak Pemegang Saham

Persaingan di sektor ini semakin ketat setelah Securitize mencatatkan sahamnya secara publik di Bursa Efek New York di bawah ticker SECZ setelah merger SPAC-nya dengan Cantor Equity Partners II. Didukung oleh BlackRock dan Morgan Stanley, perusahaan ini menjadi platform tokenisasi yang diperdagangkan secara publik pertama. Namun, pertanyaan mengenai hak pemegang saham tetap menjadi isu utama untuk ekuitas yang ditokenisasi. Perdebatan semakin intensif pada pertengahan 2025 setelah OpenAI menyatakan bahwa mereka tidak mengizinkan produk tokenisasi Robinhood yang terkait dengan sahamnya, menjelaskan bahwa token tersebut tidak mewakili kepemilikan ekuitas di perusahaan. Insiden ini meningkatkan seruan untuk standar regulasi yang lebih jelas yang mengatur sekuritas yang ditokenisasi.

Proyeksi Masa Depan dan Inovasi

Ondo Finance mengklaim bahwa kerangka penerbitannya mengatasi kekhawatiran tersebut dengan mengarahkan pembuatan token melalui agen transfer terdaftar sambil mempertahankan rantai kustodi konvensional, sebuah struktur yang diyakini perusahaan sejalan dengan persyaratan pasar AS yang ada. Ramalan industri juga menunjukkan perluasan yang berkelanjutan. Dalam laporan Juni 2026, Citi memproyeksikan pasar sekuritas yang ditokenisasi dapat mencapai sekitar $5,5 triliun pada tahun 2030. Sementara itu, Robinhood telah memperkenalkan blockchain publik untuk saham yang ditokenisasi, DTCC telah memperluas infrastruktur blockchain-nya, dan baik NYSE maupun Nasdaq telah mengungkapkan inisiatif tokenisasi. Ondo Finance mengungkapkan bahwa mereka sudah mengelola lebih dari $1 miliar dalam saham dan ETF yang ditokenisasi, mencakup lebih dari 430 sekuritas di luar AS. Secara terpisah, Ripple baru-baru ini meluncurkan protokol pinjaman di XRP Ledger yang memungkinkan bank untuk meminjam dengan menggunakan aset yang ditokenisasi, menambah contoh lain dari lembaga keuangan yang membangun infrastruktur di sekitar aset dunia nyata yang ditokenisasi.