Bos Kraken Kritik Sikap Politik AS yang Musuh Terhadap Regulasi Crypto

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Pandangan David Ripley tentang Regulasi Crypto

David Ripley, Co-CEO Kraken, sebuah bursa cryptocurrency terkemuka di AS, mengungkapkan pandangannya mengenai perbedaan pendekatan regulasi antara Eropa dan Amerika Serikat. Menurutnya, Eropa telah mengambil langkah yang lebih pragmatis dalam mengatur industri crypto dengan mengadopsi kerangka regulasi seperti Markets in Crypto Assets (MiCA), yang memberikan kejelasan bagi pelaku industri. Sementara itu, setelah runtuhnya CLARITY Act, ekosistem aset digital di AS masih terjebak tanpa undang-undang yang jelas.

Perbandingan Pendekatan Regulasi

Dalam sebuah wawancara, Ripley menekankan bahwa keberhasilan Eropa dalam menyetujui MiCA, sementara CLARITY Act gagal, menunjukkan bahwa Eropa lebih matang dalam menangani regulasi crypto. Ia berpendapat bahwa sikap politik di AS terhadap regulasi crypto menjadi salah satu penyebab masalah ini.

“Di Eropa, pendekatannya adalah ‘ini adalah teknologi baru, kita semua harus mencari cara untuk mengaturnya’. Mereka tidak bersikap negatif atau agresif, yang sebenarnya lebih baik daripada lingkungan yang tidak stabil di AS,” jelas Ripley.

Frustrasi terhadap Kemajuan Regulasi di AS

Ripley juga mengungkapkan frustrasinya terhadap lambatnya kemajuan CLARITY, yang telah dalam pengembangan selama bertahun-tahun. Ia mencatat bahwa meskipun AS memiliki kepemimpinan dalam layanan keuangan, pendekatan Eropa yang lebih inovatif dalam mengatur produk crypto membuat mereka cenderung memimpin daripada mengikuti.

Langkah Kraken di Eropa

Pada Juni 2025, Kraken memperoleh lisensi MiCA dari Bank Sentral Irlandia (CBI), yang memungkinkannya untuk beroperasi di 30 negara anggota Wilayah Ekonomi Eropa (EEA). Co-CEO Kraken, Arjun Sethi, juga mengonfirmasi bahwa bursa crypto tersebut telah mengajukan permohonan IPO secara rahasia kepada SEC, menegaskan komitmen mereka untuk terus berkembang di pasar yang semakin kompetitif ini.