Akhir Monopoli SWIFT? China Siapkan Peluncuran Jaringan Digital Saingan

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Mbridge dan Peluncuran Yuan Digital

Mbridge, yang kini dipimpin oleh China, sedang mempersiapkan peluncuran komersial bersama entitas yang berbasis di Hong Kong untuk mempromosikan yuan digital berbasis blockchain sebagai alternatif yang lebih murah dan lebih mudah dibandingkan dengan SWIFT. Platform ini telah menyelesaikan transaksi senilai lebih dari 470 miliar yuan, atau hampir $69 miliar. China mengambil langkah besar untuk meningkatkan adopsi yuan dan rekan digitalnya, yuan digital, di panggung internasional.

Pengembangan dan Partisipasi Internasional

Menurut Financial Times, pemerintah China sedang mempersiapkan peluncuran komersial Mbridge, sebuah sistem yang memungkinkan penyelesaian lintas batas menggunakan mata uang digital bank sentral (CBDCs) dengan teknologi blockchain. Sistem ini telah dikembangkan sejak 2021 dan melibatkan partisipasi dari China, Hong Kong, Thailand, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, serta Bank untuk Penyelesaian Internasional (BIS). Namun, karena kritik yang terus berlanjut, BIS menghentikan proyek tersebut pada tahun 2024. Mantan Manajer Umum BIS, Agustín Carstens, menyatakan bahwa peserta proyek akan melanjutkannya secara mandiri.

Transaksi Pertama dan Biaya yang Lebih Rendah

Pada tahun yang sama, setelah mencapai tahap produk yang layak, Mbridge digunakan untuk menyelesaikan transaksi lintas batas Digital Dirham pertama, di mana Sheikh Mansour Bin Zayed Al Nahyan, Ketua Dewan Bank Sentral Uni Emirat Arab (UAE), mengirim 50 juta dirham digital (setara dengan $13,6 juta) ke China. China berencana mempromosikan sistem ini dengan biaya setengah dari biaya sistem tradisional seperti SWIFT, dan akan mendirikan entitas berbasis di Hong Kong untuk tugas ini.

Volume Transaksi dan Dampak Global

Penyelesaian lintas batas menggunakan platform ini telah mencapai volume 470 miliar yuan, hampir $69 miliar. Langkah ini diambil setelah yuan China mengalami kebangkitan di pasar internasional, di mana laporan mengaitkan penggunaannya dengan pembayaran terkait perang Teluk melalui Sistem Pembayaran Lintas Batas Antar Bank (CIPS), yang diluncurkan pada tahun 2015. Wang Jian, analis sektor keuangan utama di Guosen Securities, mengatakan kepada Financial Times bahwa adopsi Mbridge akan mempercepat perputaran uang tunai dan mengurangi risiko tekanan likuiditas.

“Secara lebih luas, ini dapat memperkuat suara China dalam tatanan moneter global dan mendukung internasionalisasi renminbi,”

ujarnya. Bank Rakyat China menekankan peran platform Mbridge dalam meningkatkan pembayaran lintas batas melalui penggunaan bank sentral.