Bank dan Cryptocurrency Gagal Mencapai Kesepakatan dalam Pertemuan Stablecoin di Gedung Putih

17 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
1 tampilan

Pertemuan di Gedung Putih Mengenai Stablecoin

Pertemuan di Gedung Putih mengenai hasil dan imbalan stablecoin berakhir tanpa kesepakatan. Namun, peserta menggambarkan diskusi kali ini sebagai lebih produktif dibandingkan pembicaraan sebelumnya, menurut rincian yang dibagikan oleh jurnalis Eleanor Terrett. Pertemuan ini mempertemukan eksekutif senior dari sektor perbankan, pemimpin industri cryptocurrency, dan staf kebijakan untuk membahas apakah dan bagaimana penerbit stablecoin seharusnya diizinkan untuk menawarkan hasil atau imbalan.

Prinsip Larangan dan Negosiasi

Meskipun tidak ada kompromi yang dicapai, negosiasi bergerak ke arah yang lebih rinci. Perwakilan bank datang dengan seperangkat “prinsip larangan” tertulis yang menguraikan garis merah yang tegas seputar imbalan stablecoin. Prinsip-prinsip ini merinci apa yang bersedia diterima oleh bank dan di mana mereka menolak untuk bergerak. Salah satu perubahan yang mencolok adalah bahwa bank memasukkan bahasa yang memungkinkan untuk “setiap pengecualian yang diusulkan” terkait dengan imbalan berbasis transaksi. Sumber menggambarkan ini sebagai konsesi yang berarti, karena sebelumnya bank menolak untuk membahas pengecualian sama sekali.

Debat dan Harapan Kompromi

Sebagian besar debat berpusat pada “kegiatan yang diperbolehkan,” yang merujuk pada jenis perilaku akun yang akan memungkinkan perusahaan cryptocurrency untuk menawarkan imbalan. Perusahaan cryptocurrency mendorong definisi yang lebih luas, sementara bank berargumen untuk batasan yang lebih sempit guna mengurangi risiko dan paparan regulasi. Chief Legal Officer Ripple, Stuart Alderoty, menyatakan bahwa “kompromi ada di udara,” menandikan optimisme hati-hati meskipun masalah belum terpecahkan.

Peserta dan Harapan ke Depan

Pertemuan ini lebih kecil dibandingkan sesi pertama di Gedung Putih tentang stablecoin. Pertemuan ini dipimpin oleh Patrick Witt, Direktur Eksekutif Dewan Crypto Presiden, dengan staf dari Komite Perbankan Senat juga hadir. Peserta dari sektor cryptocurrency termasuk perwakilan dari Coinbase, a16z, Ripple, Paxos, dan Asosiasi Blockchain. Bank-bank besar yang hadir mencakup Goldman Sachs, JPMorgan, Bank of America, Wells Fargo, Citi, PNC, dan U.S. Bank, bersama dengan kelompok perdagangan perbankan terkemuka.

Gedung Putih telah mendesak kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan sebelum 1 Maret. Diskusi lebih lanjut diharapkan dalam beberapa hari mendatang, namun masih belum jelas apakah pertemuan skala penuh lainnya akan diadakan sebelum tenggat waktu.