Binance Menguji Staf Setiap Bulan dengan Serangan Phishing Palsu

3 jam yang lalu
2 menit baca
2 tampilan

Simulasi Serangan Phishing di Binance

Binance melaksanakan serangan phishing yang disimulasikan terhadap karyawannya setiap bulan untuk mengurangi risiko rekayasa sosial. Kepala Petugas Keamanan, Jimmy Su, menjelaskan bahwa tim merah bursa menciptakan serangan palsu untuk menguji kemampuan staf dalam mengenali pesan, tautan, dan permintaan yang mencurigakan. Karyawan yang gagal dalam tes ini diwajibkan untuk mengikuti pelatihan tambahan. Kegagalan berulang dapat berdampak pada penilaian kinerja dan bahkan berpotensi mengarah pada pemecatan. Program ini bertujuan untuk mengatasi kesalahan manusia yang sering dimanfaatkan oleh penyerang untuk mengakses perusahaan kripto. Menurut Su, Binance telah menjalankan latihan ini selama tiga hingga empat tahun, dan kebiasaan keamanan perusahaan telah meningkat selama periode tersebut.

Statistik Pengguna dan Metode Simulasi

Binance melaporkan memiliki 323 juta pengguna terdaftar, sementara DefiLlama mencatat sekitar $137,5 miliar dalam aset yang terkait dengan bursa. Tim merah Binance menggunakan metode yang menyerupai serangan nyata dalam simulasi mereka. Salah satu skenario yang diuji adalah perekrut palsu yang menawarkan pekerjaan, sementara skenario lain mungkin menjanjikan akses gratis ke konferensi dan meminta informasi pribadi. Tim mencatat apakah karyawan membuka pesan, mengikuti tautan, atau membagikan informasi yang dapat mengekspos sistem perusahaan.

Su menekankan bahwa karyawan yang gagal dalam tes ini akan menerima pelatihan remedial, dan kegagalan berulang dapat berdampak negatif pada penilaian mereka. Dalam kasus yang lebih serius, hal ini dapat menyebabkan penilaian seorang karyawan menjadi sangat rendah dan berujung pada pemecatan.

Kebijakan Keamanan dan Rekayasa Sosial

Kebijakan ini memberikan karyawan alasan yang jelas untuk memverifikasi pesan yang tidak terduga sebelum merespons. Binance menggambarkan tim merahnya sebagai kelompok peretas etis internal yang menguji sistem dari sudut pandang penyerang. Bursa juga bekerja sama dengan peneliti eksternal melalui program bug bounty. Model keamanan Binance mencakup kelemahan teknis dan perilaku karyawan, karena penyerang dapat masuk melalui akun atau perangkat yang dipercaya.

Latihan ini sangat penting, mengingat rekayasa sosial menjadi penyebab utama kerugian kripto yang dilaporkan. AMLBot meninjau lebih dari 2.500 penyelidikan dan menemukan bahwa 65% kasus yang ditangani pada tahun 2025 dimulai dengan rekayasa sosial, bukan eksploitasi perangkat lunak langsung. Phishing menyumbang 18% dari kasus tersebut, sementara kompromi perangkat menyumbang 13%.

Metode Penyerangan dan Dampaknya

Penyerang sering menghabiskan waktu berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan untuk membangun kepercayaan sebelum meminta target untuk membuka file, menyetujui permintaan dompet, atau menjalankan perintah. Metode ini dapat mengalahkan kontrol teknis ketika seorang karyawan memiliki akses ke kunci pribadi, akun administrator, atau sistem internal. Kredensial yang dicuri dapat langsung mengarah ke aset likuid yang berpindah di seluruh blockchain dalam hitungan menit.

Sebagai contoh, serangan pada April 2026 terhadap Drift Protocol menguras sekitar $285 juta setelah penyerang berhasil mengkompromikan kunci administrator. Peneliti mengaitkan pelanggaran tersebut dengan rekayasa sosial dan kegagalan keamanan operasional, bukan karena kontrak pintar yang cacat.

Wawancara Kerja Palsu dan Ancaman Terkait

Su mengidentifikasi wawancara kerja palsu sebagai salah satu skenario yang digunakan dalam tes Binance. Penyerang nyata sering menggunakan pendekatan serupa terhadap pengembang, eksekutif, dan tim investasi. Mereka mungkin memindahkan percakapan dari LinkedIn, Telegram, atau email ke dalam pertemuan video, kemudian mengklaim bahwa kamera atau mikrofon korban perlu diperbarui.

Peretas yang terkait dengan Korea Utara telah menggunakan akun Telegram yang dikompromikan dan panggilan Zoom deepfake untuk menghubungi profesional kripto. Para penyerang menyamar sebagai kontak yang dikenal dan meminta korban untuk menginstal file yang mengklaim memperbaiki masalah audio. Namun, file-file tersebut justru mengirimkan malware yang mampu mengakses perangkat, data browser, dan dompet kripto.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Simulasi bulanan memungkinkan Binance untuk membandingkan tingkat kegagalan dan memperbarui pelatihan ketika penyerang mengubah metode mereka. Sebuah kursus tahunan tunggal mungkin tidak cukup untuk mempersiapkan staf menghadapi umpan baru yang dibangun di sekitar peristiwa terkini, kontak terpercaya, atau tawaran pekerjaan.

Uji coba yang sering juga menunjukkan apakah pekerja melaporkan pesan mencurigakan alih-alih hanya menghapusnya. Namun, simulasi ini tidak dapat menghilangkan setiap risiko. Penyerang dapat membajak akun asli, menyalin percakapan sebelumnya, dan menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat pesan audio, video, dan tulisan yang meyakinkan.

Oleh karena itu, perusahaan masih memerlukan kontrol akses, batas transaksi, pemantauan perangkat, dan respons insiden yang cepat di samping pelatihan karyawan. Su menekankan bahwa kebiasaan keamanan awal Binance “masih banyak yang perlu diperbaiki,” tetapi pengujian berulang membawa perbaikan. Bursa memperlakukan kesadaran staf sebagai bagian dari sistem pertahanan yang lebih luas, bukan sekadar tugas kepatuhan satu kali. Karyawan tetap perlu memverifikasi permintaan yang tidak biasa melalui saluran terpisah sebelum membuka file, membagikan informasi, atau menyetujui transaksi.