China Mengajak 26 Institusi Global Bergabung dalam Jaringan Pembayaran Lintas Batas Digital Yuan

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
1 tampilan

Inisiatif Bank Sentral China untuk Digital Yuan

Bank Sentral China (PBOC) telah mengundang 26 institusi, termasuk cabang-cabang bank China yang berlokasi di Brasil, Qatar, Thailand, Hong Kong, dan Makau, serta cabang Standard Chartered di China, untuk bergabung dengan Layanan Transfer e-CNY Lintas Batas (CBETS). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan adopsi digital yuan dalam transaksi lintas batas oleh institusi-institusi tersebut.

Peningkatan Internasionalisasi Digital Yuan

Dengan semakin memperkuat upaya internasionalisasi digital yuan, China melibatkan institusi global dalam jaringan pembayaran lintas batasnya. Menurut laporan lokal, pada hari Selasa, PBOC mengumumkan bahwa 26 institusi domestik dan asing ini akan dapat menggunakan digital yuan, yang merupakan mata uang digital bank sentral China (CBDC), untuk penyelesaian transaksi lintas batas.

Lu Jing, CEO Standard Chartered China, yang juga merupakan bagian dari jaringan ini, menekankan pentingnya momen ini dengan menyatakan bahwa “pengalaman pembayaran lintas batas yang efisien, nyaman, dan sesuai akan semakin meningkatkan penggunaan internasional yuan.”

Manfaat dan Fasilitas CBETS

Bank Industri dan Perdagangan China menyatakan bahwa peserta CBETS “dapat memanfaatkan kemampuan platform untuk menawarkan layanan pembayaran digital lintas batas yang berbiaya rendah, beragam, dan aman kepada klien, mendukung fasilitasi perdagangan dan investasi, serta mendukung dorongan China untuk pembukaan keuangan yang lebih luas.”

Laporan menunjukkan bahwa Mbridge, sebuah platform yang juga menyediakan layanan penyelesaian digital yuan, mencatat lebih dari $55 miliar dalam volume transaksi pada bulan Januari, di mana 95% dari volume tersebut dilakukan dalam digital yuan, meskipun platform ini juga dirancang untuk mendukung CBDC lainnya seperti dirham digital.

Alternatif untuk Sistem Pembayaran Tradisional

Inisiatif ini membuka alternatif bagi institusi yang bertransaksi dengan mitra China untuk menghindari sistem pembayaran tradisional yang sering terhambat oleh masalah kepatuhan dan sanksi sekunder, serta beralih ke jalur pembayaran berbasis yuan yang lebih dapat diandalkan. Hal ini menjadi semakin penting mengingat penggunaan yuan dalam jaringan acuan tradisional, seperti Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT), tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan. Pada bulan April, yuan bahkan turun ke peringkat keenam dalam pembayaran global, dengan hanya 2,85% dari volume transaksi yang terdaftar.

Mbridge, yang kini berada di bawah kepemimpinan China, sedang mempersiapkan peluncuran komersial dengan entitas yang berbasis di Hong Kong untuk mempromosikan solusi berbasis blockchain.