Cynthia Lummis: CLARITY Act Perkuat Perlindungan Hukum bagi Pengembang DeFi

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Tanggapan Senator Cynthia Lummis terhadap CLARITY Act

Senator AS Cynthia Lummis menanggapi klaim bahwa Digital Asset Market Clarity Act (CLARITY Act) justru akan membuat pengembang keuangan terdesentralisasi (DeFi) terpapar risiko hukum. Tanggapan ini muncul setelah pengacara kripto Jake Chervinsky menyatakan bahwa Judul 3 dari draf Senat terbaru masih dapat mengklasifikasikan beberapa pembangun perangkat lunak non-kustodian sebagai pengirim uang.

Pernyataan Lummis

Lummis menegaskan bahwa kritik tersebut tidak mencerminkan perkembangan terbaru dalam undang-undang ini. Dalam sebuah posting di platform X, ia menulis,

“Jangan percaya pada FUD,”

dan menambahkan bahwa perubahan bipartisan terbaru pada Judul 3 akan menjadikan langkah ini sebagai “perlindungan terkuat untuk DeFi dan pengembang yang pernah ada.” Ia juga menekankan pentingnya meloloskan CLARITY Act agar perlindungan tersebut dapat diterapkan.

Perdebatan dan Kekhawatiran

Komentar Lummis muncul di tengah negosiasi Senat yang terus berlangsung mengenai undang-undang struktur pasar, sementara industri kripto secara keseluruhan terus memantau versi teks berikutnya. Chervinsky mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pengembang perangkat lunak non-kustodian masih dapat salah diklasifikasikan sebagai pengirim uang, dan berargumen bahwa isu ini tetap belum terpecahkan, menegaskan bahwa hal tersebut adalah “tidak dapat dinegosiasikan untuk DeFi.”

Interaksi dengan BRCA

Perdebatan ini berfokus pada interaksi antara Judul 3 dan Blockchain Regulatory Certainty Act (BRCA). BRCA, yang diperkenalkan oleh Lummis dan Senator Ron Wyden pada bulan Januari, menyatakan bahwa pengembang dan penyedia infrastruktur yang tidak mengontrol dana pengguna tidak boleh diperlakukan sebagai pengirim uang berdasarkan hukum federal. Selain itu, DeFi Education Fund mencatat bahwa draf Senat Januari mencakup BRCA di Bagian 604 dan bahasa mengenai self-custody di Bagian 605.

Kekhawatiran Terkait Penegakan Hukum

Namun, mereka juga mengingatkan bahwa draf yang sama menambahkan Judul 3 baru dengan ketentuan keuangan ilegal yang dapat mempengaruhi teknologi dan pengembang DeFi. Kekhawatiran ini semakin meningkat setelah tindakan penegakan hukum baru-baru ini di Amerika Serikat. Departemen Kehakiman mengumumkan bahwa salah satu pendiri Tornado Cash, Roman Storm, dihukum pada 6 Agustus 2025, karena konspirasi menjalankan bisnis pengiriman uang tanpa lisensi.

Rencana Penandaan Undang-Undang

Komite Perbankan Senat merencanakan untuk menandai undang-undang struktur pasar aset digital pada 15 Januari. Namun, Ketua Tim Scott mengumumkan pada 14 Januari bahwa penandaan tersebut akan ditunda sementara negosiasi bipartisan terus berlangsung. Reuters melaporkan bahwa undang-undang tersebut masih menghadapi sengketa pada bulan Maret, dengan bank-bank menentang fitur hadiah stablecoin yang dapat menarik simpanan dari pemberi pinjaman tradisional. Pertarungan yang lebih luas ini telah membuat CLARITY Act tetap dalam tinjauan saat para pembuat undang-undang bekerja pada langkah berikutnya.