Dukungan Bank Sentral Jerman terhadap Stablecoin Euro di Bawah MiCA untuk Mengatasi Dominasi Dolar

16 jam yang lalu
2 menit baca
2 tampilan

Dukungan Jerman terhadap Stablecoin dan CBDC

Bank Sentral Jerman telah secara tegas mendukung pengembangan stablecoin yang dinyatakan dalam euro serta mata uang digital bank sentral (CBDC) ritel. Ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas di Eropa untuk mempertahankan otonomi moneter dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam transaksi digital. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan pembuat kebijakan dan regulator Eropa bahwa stablecoin yang terikat pada dolar, yang banyak digunakan di pasar kripto, dapat memperdalam ketergantungan pada infrastruktur moneter asing dan melemahkan posisi euro dalam jangka panjang.

Pernyataan Presiden Bundesbank

Presiden Bundesbank, Joachim Nagel, menekankan bahwa perubahan kebijakan ini merupakan kebutuhan strategis, bukan sekadar opsi spekulatif. Dalam pernyataan yang disampaikan di Frankfurt pada sebuah acara baru-baru ini, ia berargumen bahwa Eropa perlu mengembangkan alat pembayaran digitalnya sendiri, termasuk stablecoin yang diatur dan euro digital, untuk melawan pengaruh aset digital berbasis dolar dan memastikan kedaulatan finansial benua tersebut.

Sikap ini muncul bersamaan dengan upaya Uni Eropa untuk menerapkan dan menegakkan kerangka Regulasi Pasar dalam Aset Kripto (MiCA), yang menetapkan aturan dan standar untuk penerbitan serta operasi aset kripto, termasuk stablecoin, di seluruh negara anggota UE.

Perlunya Stabilitas dan Pengawasan

Dukungan Jerman terhadap stablecoin yang terikat pada euro menandai pergeseran dari regulasi yang hati-hati menjadi dukungan aktif. Nagel secara eksplisit mengaitkan dorongan ini dengan kebutuhan untuk melindungi Eropa dari dominasi yang semakin besar oleh stablecoin dolar AS, yang telah mencapai pangsa pasar yang signifikan secara global.

Stablecoin yang terhubung dengan dolar mewakili ratusan miliar dolar likuiditas, jauh lebih besar dibandingkan alternatif euro, dan menimbulkan kekhawatiran tentang “digital dollarisation”, di mana keuangan digital semakin terikat pada mata uang asing. Nagel dan pejabat Eropa lainnya menekankan bahwa ekosistem digital euro yang kuat dan diatur dengan baik harus mencakup stablecoin sektor swasta yang mematuhi standar MiCA.

Strategi Inovasi Pembayaran Digital

Dalam pandangan Nagel, instrumen semacam itu dapat menyediakan opsi pembayaran lintas batas yang efisien bagi individu dan bisnis di dalam UE, sambil tetap mempertahankan pengawasan regulasi dan stabilitas finansial. Di sisi lain, diskusi di kalangan pembuat kebijakan Eropa menekankan bahwa setiap euro digital atau stablecoin swasta harus memenuhi standar tinggi dalam manajemen risiko, perlindungan konsumen, dan integrasi dengan sistem perbankan tradisional.

Pengamat pasar mencatat bahwa tanpa regulasi yang jelas dan alternatif berbasis euro yang kredibel, UE berisiko menyerahkan infrastruktur pembayaran yang kritis kepada sistem dan jaringan non-Eropa.

Rencana Peluncuran Stablecoin Euro

Konsorsium bank-bank Eropa telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan stablecoin yang terikat pada euro yang mematuhi MiCA, menandakan dukungan industri untuk aset digital euro yang diatur dan menyoroti permintaan akan alternatif untuk token yang terhubung dengan dolar. Meskipun pasar stablecoin euro masih kecil dibandingkan dengan aset kripto yang dinyatakan dalam dolar, pembuat kebijakan melihat adopsi awal sebagai kunci untuk membangun opsi Eropa yang kredibel.

Inisiatif UE untuk Memperkuat Euro

Konteks yang lebih luas mencakup inisiatif UE yang sedang berlangsung untuk memperkuat peran internasional euro. Para menteri keuangan dan pejabat bank sentral sedang mempertimbangkan proposal untuk memperdalam pasar modal, meningkatkan fasilitas likuiditas, dan mengeksplorasi perbaikan infrastruktur digital yang dapat meningkatkan status global euro. Mata uang digital dan aset tokenisasi semakin menjadi pusat diskusi ini saat Eropa menghadapi pergeseran geopolitik dan ekonomi.

Risiko dan Pengawasan

Meskipun dorongan ini, risiko tetap menjadi fokus bagi regulator. Analisis sebelumnya dari Bank Sentral Eropa (ECB) telah memperingatkan bahwa stablecoin yang diatur dengan buruk dapat mengalihkan simpanan dari bank tradisional atau menciptakan kerentanan sistemik jika ada tekanan penebusan yang luas. Kekhawatiran semacam itu menekankan pentingnya pengawasan yang kuat dan integrasi ke dalam sistem keuangan yang ada.

Kesimpulan

Sikap Jerman tidak boleh dilihat sebagai upaya untuk menggantikan peran global dolar AS secara langsung. Sebaliknya, para pejabat menekankan penguatan daya saing euro dan memastikan Eropa mempertahankan kendali atas jalur pembayaran serta infrastruktur moneter digitalnya sendiri seiring dengan perkembangan teknologi.