FSB: Stablecoin Dolar AS Menekan Ekonomi Berkembang

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
1 tampilan

Dewan Stabilitas Keuangan dan Stablecoin

Dewan Stabilitas Keuangan (FSB) telah mengangkat kekhawatiran baru mengenai penyebaran stablecoin yang dinyatakan dalam mata uang asing di pasar negara berkembang. Dalam laporan tahunan 2025, pengawas global ini menyatakan bahwa penggunaan stablecoin dolar AS secara lintas batas dapat menciptakan risiko keuangan dan kebijakan bagi ekonomi yang sedang berkembang.

FSB menekankan bahwa stablecoin yang dinyatakan dalam mata uang asing dapat memberikan tekanan pada ekonomi pasar berkembang dan negara-negara tersebut. Mereka mengingatkan bahwa stablecoin dolar AS yang beroperasi di berbagai yurisdiksi mungkin membawa risiko yang “berpotensi lebih akut” bagi pasar tersebut.

Risiko dan Tantangan

Menurut laporan tersebut, risiko ini mencakup substitusi mata uang dan penggunaan sistem pembayaran lokal yang lebih lemah. Dewan juga menyatakan bahwa keberadaan stablecoin dapat mengurangi efektivitas kebijakan moneter domestik dan menciptakan tekanan pada sumber daya fiskal.

FSB menegaskan bahwa regulator perlu terus memantau perkembangan sektor stablecoin. Mereka mencatat bahwa otoritas harus memahami risiko yang terkait dengan likuiditas, masalah operasional, dan keterkaitan dengan sistem keuangan yang lebih luas.

Kerangka Kerja Global dan Penggunaan Aset Kripto

Laporan tersebut juga merujuk pada kerangka kerja global FSB 2023 untuk aktivitas aset kripto dan pengaturan stablecoin. Setelah meninjau kerangka kerja tersebut pada tahun 2025, dewan menyatakan bahwa masih terdapat celah dan inkonsistensi yang jelas dalam penerapannya di berbagai yurisdiksi.

Selain itu, dewan mencatat bahwa aset kripto dan stablecoin masih memiliki penggunaan yang terbatas dalam aktivitas ekonomi nyata, termasuk pembayaran. Mereka menyatakan,

“Meskipun ada pertumbuhan di pasar ini dalam beberapa tahun terakhir, aset kripto dan stablecoin tidak banyak digunakan dalam layanan keuangan yang mendukung ekonomi nyata.”

Manfaat dan Pemantauan Berkelanjutan

Di sisi lain, FSB mengakui bahwa stablecoin mungkin menawarkan beberapa manfaat. Namun, mereka menekankan bahwa regulator harus terus memantau kerentanan seiring dengan pertumbuhan keterkaitan dengan pasar dan lembaga keuangan inti.

Laporan tersebut menyatakan bahwa dewan akan terus memantau inovasi digital yang terkait dengan aset kripto pada tahun 2026. Risiko terkait stablecoin tetap menjadi fokus utama, terutama di area yang berkaitan dengan struktur pasar dan ketahanan keuangan.

FSB juga mencantumkan prioritas lain untuk tahun mendatang, termasuk kredit swasta, intermediasi keuangan non-bank, pembayaran lintas batas, kesiapan krisis, dan upaya lebih lanjut dalam modernisasi regulasi.