Giancarlo Mundur dari Willkie untuk Fokus pada Cryptocurrency, AI, dan Sekuel ‘CryptoDad’

3 jam yang lalu
2 menit baca
3 tampilan

Pengunduran Diri J. Christopher Giancarlo

J. Christopher “CryptoDad” Giancarlo, mantan ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai penasihat senior dan pemimpin aset digital di firma hukum New York, Willkie Farr & Gallagher. Keputusan ini diambil untuk memfokuskan diri secara penuh pada cryptocurrency, kecerdasan buatan (AI), dan pekerjaan kebijakan publik, termasuk penulisan buku baru tentang uang digital yang akan dirilis selama masa jabatan kedua Presiden Trump.

Peralihan Fokus dan Keterlibatan Baru

Giancarlo, yang bergabung dengan Willkie pada tahun 2020 dan berperan penting dalam membangun praktik crypto “Digital Works” di firma tersebut, menyatakan bahwa ia akan beralih ke layanan penasihat strategis untuk pendiri dan dewan di sektor fintech dan aset digital. Ia juga akan terlibat dalam proyek nirlaba seperti Digital Dollar Project.

Dalam sebuah unggahan di bulan April, Giancarlo mengungkapkan bahwa setelah enam tahun yang memuaskan membantu Willkie membangun salah satu praktik hukum aset digital terkemuka di dunia, kini saatnya untuk memulai bab baru. Ia menambahkan bahwa fokusnya akan mencakup fintech, aset digital, cryptocurrency, dan AI, serta memastikan bahwa kebebasan dan agensi manusia terintegrasi dalam arsitektur baru perbankan, keuangan, dan uang itu sendiri.

Buku Baru dan Pandangan tentang Regulasi

Dikenal sebagai “Crypto Dad” karena sikapnya yang ramah terhadap industri saat menjabat di CFTC, Giancarlo juga mengisyaratkan buku terbarunya yang berjudul “Petualangan Baru CryptoDad: Jalan Menuju Kebebasan Finansial di Abad ke-21.” Buku ini dijadwalkan terbit pada bulan Oktober dan akan menggambarkan narasi tentang industri crypto dari pemilihan 2024 hingga masa jabatan kedua Presiden Donald Trump.

Giancarlo menjabat sebagai ketua CFTC dari tahun 2017 hingga 2019, di mana ia mengawasi peluncuran kontrak berjangka bitcoin yang pertama kali diatur. Ia berpendapat bahwa regulator AS harus mengadopsi pendekatan “tidak merugikan” terhadap inovasi blockchain, sebuah frasa yang sering ia ulang dalam pidato dan bukunya yang pertama, “CryptoDad: The Fight for the Future of Money.”

Keterlibatan di Digital Dollar Project

Di Willkie, ia menjabat sebagai co-chair praktik Digital Works, memberikan nasihat kepada bank, bursa, dan perusahaan fintech mengenai regulasi crypto, serta ikut menulis memo tentang berbagai topik, mulai dari aturan stablecoin hingga kerangka regulasi crypto AS yang sedang berkembang.

Menurut ABA Banking Journal dan publikasi perdagangan hukum lainnya, Giancarlo juga dikenal sebagai salah satu advokat publik terkemuka untuk mata uang digital bank sentral AS melalui pekerjaannya di Digital Dollar Project. Ia berargumen bahwa dolar digital yang dirancang dengan baik dapat mempromosikan nilai-nilai AS terkait privasi, perusahaan bebas, dan supremasi hukum di tengah persaingan dengan negara-negara lain yang berlomba maju dengan uang elektronik yang didukung negara.

Prospek Karir dan Regulasi di Masa Depan

Finews Asia sebelumnya melaporkan bahwa sekutu Trump telah mengusulkan Giancarlo sebagai “crypto czar” potensial, mencatat dorongannya untuk aturan stablecoin yang jelas, tempat perlindungan yang aman untuk proyek token, dan pendekatan federal yang lebih terpadu terhadap pengawasan aset digital.

Langkah karir terbarunya ini datang saat Washington memperdebatkan Undang-Undang CLARITY, legislasi stablecoin GENIUS, dan pilot tokenisasi yang didukung bank. Regulator dari Federal Reserve hingga SEC dan CFTC sedang mendefinisikan bagaimana token yang dipatok dolar, DeFi, dan harta negara yang ditokenisasi cocok dalam sistem yang ada. Dengan menjauh dari hukum besar untuk berkonsentrasi pada investasi, penelitian kebijakan, dan buku baru yang ditujukan untuk pembaca ritel, Giancarlo berharap dapat berkontribusi dalam merancang masa depan industri ini sebagai penasihat dan pendongeng.