Insiden Keamanan di Jaringan Harmony
Pada 12 Agustus, Harmony mengumumkan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan bursa cryptocurrency untuk menghentikan dan membekukan dana setelah insiden keamanan yang diduga terjadi di jaringan Layer 1 mereka. Dalam sebuah pernyataan, tim Harmony juga menyatakan bahwa mereka sedang mengembangkan patch dan mengevaluasi opsi rollback. Namun, mereka tidak mengidentifikasi penyebab utama insiden tersebut, tidak mengonfirmasi jumlah token yang dicetak, dan tidak menyebutkan bursa yang telah membekukan aset terkait.
Pencetakan Token yang Tidak Sah
Analis on-chain, Juiceberg, melaporkan adanya “pencetakan 4 miliar ONE yang tidak sah” melalui blok kosong. Dalam analisis terpisah, peneliti tersebut menyebutkan bahwa sekitar 2,8 miliar ONE dengan cepat dialihkan ke bursa, dan diperkirakan sekitar 115 juta token masih tersedia untuk dijual di on-chain. Hingga saat ini, Harmony belum secara independen mengonfirmasi angka-angka tersebut, sehingga jumlah yang disebutkan tetap merupakan perkiraan dari analis.
“Kami bekerja sama dengan tim kami dan bursa yang relevan untuk menghentikan dan membekukan dana. Kami sedang mengembangkan patch dan mempertimbangkan opsi rollback. Kami akan memberikan pembaruan ketika kami memiliki informasi baru,” ungkap tim Harmony.
Pencetakan yang dilaporkan ini akan menjadi sangat signifikan jika dibandingkan dengan pasokan ONE yang ada. Data dari crypto.news mencatat bahwa sekitar 15 miliar ONE beredar pada hari Rabu. Empat miliar token tersebut setara dengan sekitar 27% dari jumlah yang sebelumnya dilaporkan beredar, meskipun perbandingan ini tidak mempertimbangkan pasokan Harmony setelah insiden yang diduga terjadi.
Reaksi Pasar dan Penurunan Harga
Harga ONE mengalami penurunan tajam setelah laporan tentang pencetakan tersebut beredar. Crypto.news melaporkan bahwa token tersebut mendekati $0,00083, turun sekitar 32% dalam waktu 24 jam, dengan volume perdagangan sekitar $36,9 juta. Kapitalisasi pasar berada di dekat $13,7 juta saat data diperiksa. Pergerakan pasar ini bertepatan dengan insiden yang dilaporkan, tetapi data yang tersedia tidak menunjukkan seberapa banyak penjualan berasal dari alamat yang terkait dengan pelaku yang diduga.
Sejarah Insiden dan Kerugian Keamanan
Klaim Juiceberg bahwa 2,8 miliar ONE mencapai bursa terpusat menjadikan kerja sama bursa sebagai pusat upaya pemulihan jika transfer tersebut dikonfirmasi. Ini bukan insiden pertama bagi Harmony yang melibatkan penciptaan token yang tidak disengaja. Pada Desember 2023, proyek tersebut menerbitkan laporan teknis yang menyatakan bahwa kesalahan logika staking menyebabkan 146,28 juta ONE dicetak di 74 alamat delegator. Harmony merespons dengan melakukan hard fork darurat.
Harmony juga memiliki sejarah kerugian keamanan yang lebih besar. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, penyerang menguras sekitar $100 juta dari Horizon Bridge pada Juni 2022. FBI kemudian mengaitkan pencurian tersebut dengan Lazarus Group dari Korea Utara dalam pemberitahuan resmi. Aset yang dicuri kemudian mulai bergerak melalui Tornado Cash saat penyelidik berusaha melacaknya.
Aktivitas DeFi dan Pertanyaan Mendatang
Insiden terbaru ini juga terjadi setelah aktivitas DeFi di jaringan menyusut tajam. Dalam laporan terkait, setoran pengguna telah turun 99% dari puncaknya pada 2022 hingga Februari 2025 setelah bertahun-tahun aliran keluar ekosistem. Pertanyaan mendesak kini adalah apakah bursa dapat mengidentifikasi dan membekukan setoran yang dilaporkan, kesalahan apa yang memungkinkan pencetakan tidak sah, dan apakah Harmony akhirnya akan memilih untuk melakukan rollback.
Sebuah rollback akan memerlukan kejelasan tentang rentang blok yang terpengaruh dan bagaimana transaksi yang sah yang dilakukan selama periode tersebut akan diperlakukan. Hingga saat ini, pernyataan publik Harmony belum memberikan rincian teknis tersebut atau mengonfirmasi angka 4 miliar ONE. Pembaruan terverifikasi berikutnya perlu menetapkan penyebab utama, jumlah yang sebenarnya dicetak, jumlah yang dibekukan oleh bursa, dan apakah jaringan akan menerapkan patch atau mengejar rollback.