Inggris Memberlakukan Moratorium pada Donasi Politik dalam Cryptocurrency

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Moratorium Donasi Cryptocurrency di Inggris

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, telah mengumumkan moratorium segera pada donasi cryptocurrency kepada partai politik di Inggris. Keputusan ini diambil setelah adanya tinjauan independen mengenai pengaruh keuangan asing dalam politik Inggris, seperti yang dilaporkan oleh Press Association.

Detail Larangan

Larangan ini mencakup semua donasi dalam bentuk cryptocurrency, tanpa batasan jumlah, dan akan diterapkan secara retrospektif pada semua donasi yang diterima mulai hari ini. Partai-partai politik akan diberikan waktu 30 hari untuk mengembalikan donasi cryptocurrency yang telah diterima setelah undang-undang ini disahkan. Jika tidak, sanksi pidana akan diberlakukan.

Rekomendasi Tinjauan

Tinjauan tersebut juga merekomendasikan agar donasi dari warga Inggris yang tinggal di luar negeri dan masih terdaftar sebagai pemilih dibatasi hingga £100.000 per tahun. Aturan ini sedang dirumuskan dalam RUU Perwakilan Rakyat yang saat ini sedang diproses di Parlemen.

Partai Politik dan Cryptocurrency

Hingga saat ini, satu-satunya partai politik besar di Inggris yang menerima donasi dalam bentuk cryptocurrency adalah Reform UK. Laporan menunjukkan bahwa partai tersebut menerima donasi cryptocurrency pertama di Inggris pada bulan Oktober 2025, meskipun tidak ada deklarasi yang dibuat kepada Komisi Pemilihan.

Pernyataan Pemimpin Reform UK

Pemimpin Reform UK, Nigel Farage, telah memposisikan dirinya sebagai “juara” cryptocurrency, menyerukan pengurangan pajak keuntungan modal pada cryptocurrency dan pembentukan cadangan Bitcoin nasional. Anggota Reform UK dilaporkan meninggalkan Parlemen selama pengumuman larangan tersebut, di mana Starmer melontarkan sindiran tajam kepada Farage, menyatakan bahwa:

“Hanya ada satu pemimpin partai yang telah menunjukkan bahwa dia akan mengatakan apa pun, tidak peduli seberapa memecah belah, jika dia dibayar untuk melakukannya.”

Tinjauan oleh Philip Rycroft

Philip Rycroft, mantan pegawai negeri senior yang menulis tinjauan tersebut, tidak merekomendasikan larangan permanen pada donasi cryptocurrency. Dalam tinjauan itu, ia menekankan bahwa moratorium “tidak boleh dilihat sebagai pendahuluan untuk larangan total dan permanen,” melainkan sebagai “interlude” untuk memungkinkan lingkungan regulasi mengejar cryptoassets dan mengumpulkan keahlian guna memungkinkan “penggunaan aman cryptoassets dalam proses politik.”