Jepang Menangkap Enam Tersangka dalam Kasus Pencucian Uang Cryptocurrency Senilai $580.000

2 jam yang lalu
2 menit baca
1 tampilan

Penangkapan Terkait Pencucian Uang Cryptocurrency di Jepang

Polisi Jepang telah menangkap enam orang terkait dengan operasi pencucian uang cryptocurrency yang diduga melibatkan sekitar 91 juta yen (setara dengan $580.000) dari hasil penipuan yang dicurigai. Penyelidikan ini melibatkan Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo dan penyidik kejahatan siber dari Badan Kepolisian Nasional, yang sedang memeriksa transaksi yang terkait dengan sekitar 30 korban di seluruh negeri.

Menurut laporan Jiji Press pada 8 Oktober, penangkapan ini merupakan hasil dari penyelidikan bersama yang telah menghasilkan enam tersangka.

Pihak berwenang mencurigai bahwa kelompok ini menggunakan rekening bank perusahaan penyedia tenaga kerja untuk menerima uang yang dicuri melalui penipuan investasi, sebelum mengonversi dana tersebut menjadi cryptocurrency dan mentransfernya kepada pelaku penipuan.

Detail Penangkapan dan Penyidikan

Penangkapan ini berkaitan dengan transaksi awal sebesar 4,4 juta yen (sekitar $28.000) yang terjadi pada 16 Februari 2024. Polisi sedang menyelidiki apakah operasi yang sama juga menangani sekitar 91 juta yen antara Februari dan Maret tahun yang sama. Di antara yang ditangkap adalah Keisuke Tanaka, 36, presiden perusahaan penyedia tenaga kerja Weather, dan Yusuke Shibuya, 45, seorang warga Tokyo yang pekerjaannya tidak diungkapkan.

Pihak berwenang Jepang, yang dikutip oleh Jiji Press, menyatakan bahwa para tersangka ditangkap dengan dugaan melanggar Undang-Undang Pidana Kejahatan Terorganisir karena menyembunyikan hasil kejahatan. Penyelidikan ini juga melibatkan Departemen Investigasi Kejahatan Siber Khusus dari Badan Kepolisian Nasional.

Weather beroperasi di Izumisano, Prefektur Osaka, dan penyidik percaya bahwa rekening bank perusahaan tersebut menerima uang yang terkait dengan operasi penipuan investasi yang menargetkan orang-orang melalui media sosial.

Metode Pencucian Uang

Penyidik percaya bahwa rekening bank perusahaan Weather digunakan sebagai tujuan pertama untuk dana yang dicuri dari korban. Setelah menerima uang tersebut, para pelaku yang dicurigai diduga mengatur konversi cryptocurrency melalui saluran luar negeri, sehingga menyulitkan untuk mengidentifikasi sumber asli uang tersebut. Menurut laporan televisi TBS pada 8 Oktober, transaksi awal termasuk hasil dari penipuan investasi di media sosial.

Pihak berwenang juga sedang menyelidiki apakah kelompok tersebut menukar uang dari korban penipuan menjadi cryptocurrency dan mentransfernya kembali ke organisasi yang bertanggung jawab atas penipuan awal. Identitas empat tersangka lainnya belum dirilis dalam laporan yang ditinjau.

Skala Operasi dan Implikasi

Sementara penangkapan ini melibatkan transaksi awal sebesar 4,4 juta yen, penyidik percaya bahwa aktivitas pencucian uang yang dicurigai meluas ke jumlah yang jauh lebih besar. Polisi sedang memeriksa sekitar 91 juta yen dalam transfer yang diyakini telah melewati operasi tersebut selama Februari dan Maret 2024. Menurut Jiji Press, uang tersebut termasuk hasil yang dicurigai dari penipuan investasi di media sosial yang mempengaruhi sekitar 30 orang di 15 prefektur Jepang.

Penyidik mencurigai bahwa perusahaan menerima sekitar 1% dari uang yang dikonversi menjadi cryptocurrency sebagai kompensasi untuk layanannya. Dengan tarif tersebut, mengonversi seluruh 91 juta yen akan sesuai dengan sekitar 910.000 yen dalam biaya.

Pihak berwenang belum mengonfirmasi bahwa para tersangka secara pribadi menerima seluruh jumlah yang dihitung tersebut.

Langkah Selanjutnya dan Tindakan Regulator

Jiji Press melaporkan bahwa penyidik berencana untuk merujuk perusahaan itu sendiri ke jaksa pada 9 Oktober dengan dugaan menyembunyikan hasil kejahatan. Penyelidikan bersama belum mengumumkan tuduhan yang mencakup seluruh 91 juta yen pada saat penangkapan diumumkan. Tidak ada tanggal persidangan atau jadwal penuntutan untuk enam tersangka yang telah diungkapkan.

Penangkapan ini mengikuti perhatian yang meningkat dari pihak berwenang Jepang terhadap penipuan investasi dan transfer cryptocurrency yang terkait dengan aktivitas penipuan. Pada Agustus 2026, Badan Jasa Keuangan Jepang meminta langkah-langkah yang lebih kuat dari bursa cryptocurrency domestik untuk mencegah penjahat menarik aset yang terkait dengan penipuan dengan cepat.

Pihak berwenang Jepang telah menyelidiki kelompok kriminal yang beroperasi baik secara domestik maupun dari lokasi luar negeri, termasuk organisasi yang menggunakan perantara untuk mengumpulkan pembayaran dari korban. Penyelidikan penipuan cryptocurrency INTERPOL menghasilkan 5.811 penangkapan dan mengidentifikasi lebih dari 142.000 korban di yurisdiksi yang berpartisipasi.