Jepang Selidiki Penurunan Tajam pada Koin Kripto yang Menggunakan Nama Perdana Menteri

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
1 tampilan

Regulator Keuangan Jepang Pertimbangkan Penyelidikan Cryptocurrency

Regulator keuangan Jepang sedang mempertimbangkan untuk melakukan penyelidikan setelah sebuah cryptocurrency yang menggunakan nama Perdana Menteri Sanae Takaichi melonjak nilainya dan kemudian mengalami penurunan tajam setelah dia secara publik membantah adanya hubungan dengan proyek tersebut. Token yang dikenal sebagai Sanae Token ini muncul di blockchain Solana dan dengan cepat menarik perhatian di berbagai platform perdagangan kripto.

Pelacak pasar melaporkan bahwa aset tersebut sempat mencapai kapitalisasi pasar sekitar $27,7 juta pada 25 Februari sebelum kehilangan sebagian besar nilainya tak lama setelahnya.

Reaksi Perdana Menteri Takaichi

Episode ini menarik perhatian regulator di Jepang karena cryptocurrency tersebut menggunakan nama seorang pemimpin politik yang sedang menjabat tanpa izin. Otoritas kini sedang memeriksa apakah operator token tersebut mematuhi aturan aset digital di negara itu.

Perdana Menteri Takaichi secara publik menanggapi situasi ini di platform X setelah laporan tentang token tersebut mulai beredar. Dia menyatakan bahwa dia tidak mengetahui tentang cryptocurrency tersebut dan bahwa dia maupun kantornya tidak pernah menyetujui atau mendukungnya. “Karena namanya, tampaknya ada berbagai kesalahpahaman,” tulisnya dalam pernyataan tersebut. “Saya sama sekali tidak mengetahui tentang hal ini, dan kantor saya juga tidak diberitahu tentang apa yang dimaksud dengan token ini.”

Setelah klarifikasi tersebut, nilai token tersebut turun dengan cepat. Data dari pelacak kripto Gmgn menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar proyek tersebut jatuh dari sekitar $27,7 juta menjadi sekitar $7 juta saat para trader menilai kembali aset tersebut. Pergerakan harga ini mencerminkan pola tipikal pada aset kripto spekulatif yang terkait dengan narasi viral. Dalam hal ini, pasar bereaksi cepat terhadap penyangkalan perdana menteri.

Pemeriksaan oleh Badan Layanan Keuangan Jepang

Badan Layanan Keuangan Jepang (FSA) kini sedang meninjau kasus ini dan mempertimbangkan apakah akan menyelidiki individu atau kelompok di balik penerbitan token tersebut. Menurut laporan dari Kyodo News, regulator sedang menilai fakta-fakta dan menentukan apakah ada aturan yang dilanggar.

Di bawah Undang-Undang Layanan Pembayaran Jepang, perusahaan yang menerbitkan atau memfasilitasi perdagangan aset kripto harus mendaftar dengan FSA. Beroperasi tanpa pendaftaran dapat mengakibatkan pengawasan regulasi, terutama jika proyek tersebut menimbulkan kekhawatiran perlindungan konsumen. Pejabat belum mengumumkan penyelidikan formal, tetapi regulator sedang memeriksa apakah operator token tersebut mematuhi persyaratan lisensi. Otoritas juga sedang meninjau apakah proyek tersebut menyesatkan investor dengan menggunakan nama tokoh politik.