Klaim Bitcoin Pentagon: Fokus Militer pada Kekuatan Cryptocurrency

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Menteri Pertahanan Mengungkap Klasifikasi Terkait Bitcoin

Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyampaikan kepada para legislator bahwa Pentagon telah mengklasifikasikan pekerjaan yang berkaitan dengan Bitcoin dan cryptocurrency. Pernyataan ini muncul setelah Anggota DPR Lance Gooden menanyakan apakah Amerika Serikat memanfaatkan Bitcoin untuk memperoleh keunggulan strategis atas China. Pertukaran tersebut terjadi dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR, di mana Gooden menganggap Bitcoin sebagai isu keamanan nasional, bukan sekadar aset keuangan.

Potensi Bitcoin dalam Konteks Militer

Hegseth mengungkapkan bahwa ia telah lama mendukung potensi Bitcoin dan cryptocurrency, dan menyatakan bahwa beberapa upaya Departemen Pertahanan terkait dengan “memberdayakan atau mengalahkannya” tetap diklasifikasikan. Meskipun Hegseth tidak memberikan rincian operasional, jawabannya menunjukkan bahwa pejabat pertahanan senior kini membahas Bitcoin dalam konteks militer, termasuk keunggulan, keamanan siber, dan kompetisi dengan China.

Catatan publik tidak mengonfirmasi cakupan penuh dari pekerjaan yang diklasifikasikan tersebut.

Kesaksian Admiral Samuel Paparo

Komentar ini mengikuti kesaksian sebelumnya dari Admiral Samuel Paparo, kepala Komando Indo-Pasifik AS. Paparo menjelaskan kepada Gooden bahwa komando memiliki node Bitcoin dan menggunakannya untuk pekerjaan keamanan jaringan, bukan untuk penambangan atau perdagangan finansial. Kantor Gooden menyatakan bahwa Paparo menggambarkan Bitcoin sebagai alat ilmu komputer yang berkaitan dengan kriptografi, bukti kerja, dan perlindungan jaringan. Komando menggunakan node tersebut untuk memantau jaringan Bitcoin dan melakukan tes operasional yang berkaitan dengan keamanan siber.

Perkiraan Kepemilikan Bitcoin

Gooden juga mengutip perkiraan dari Bitcoin Policy Institute yang menyatakan bahwa China memegang sekitar 194.000 BTC, sementara Amerika Serikat memegang sekitar 328.000 BTC. Meskipun angka-angka tersebut merupakan perkiraan, hal ini mendukung argumen Gooden bahwa Bitcoin telah menjadi bagian dari debat keamanan nasional. Gooden menegaskan bahwa Bitcoin telah bertransformasi dari “aset pinggiran” menjadi isu keamanan nasional yang serius. Ia menggarisbawahi beberapa risiko, termasuk permintaan cryptocurrency yang dilaporkan di sekitar Selat Hormuz, kejahatan siber yang terkait dengan Korea Utara, dan kemungkinan kepemilikan Bitcoin oleh China.

Kewaspadaan terhadap Klaim Penggunaan oleh Musuh

Klaim mengenai penggunaan oleh musuh perlu diungkapkan dengan hati-hati. Sumber publik mendukung kekhawatiran tentang pencurian cryptocurrency yang terkait dengan Korea Utara dan risiko pembayaran cryptocurrency yang terkait dengan Iran, tetapi Pentagon belum mengonfirmasi setiap detail secara publik. Berita yang terkonfirmasi lebih terbatas dan lebih kuat. Hegseth mengakui adanya pekerjaan Pentagon yang diklasifikasikan yang melibatkan kemampuan terkait Bitcoin, sementara Paparo mengonfirmasi keberadaan node Bitcoin militer AS. Secara keseluruhan, pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin kini menjadi bagian dari diskusi pertahanan dan geopolitik, bukan hanya dalam konteks komite keuangan.