Korea Selatan Perketat Regulasi Transfer Cryptocurrency di Bawah 1 Juta Won, Fokus pada Aturan Perjalanan

1 minggu yang lalu
Waktu baca 1 menit
6 tampilan

Regulasi Cryptocurrency di Korea Selatan

Korea Selatan telah mengumumkan rencana untuk memperkuat regulasi terhadap transfer cryptocurrency di bawah 1 juta won (lebih dari $600) melalui kebijakan yang dikenal sebagai “aturan perjalanan”. Kebijakan ini bertujuan untuk menutup celah yang memungkinkan pengguna menghindari pemeriksaan identitas dengan menggunakan metode “smurfing”, yaitu membagi transaksi untuk memindahkan dana secara ilegal.

Penerapan Aturan Perjalanan

Laporan lokal menunjukkan bahwa otoritas keuangan Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk memperluas “aturan perjalanan” dengan mewajibkan pengumpulan informasi pengirim dan penerima untuk tujuan pencegahan pencucian uang (AML) pada transfer cryptocurrency sebesar 1 juta won atau kurang. “Aturan perjalanan” Korea Selatan, yang juga dikenal sebagai sistem nama asli untuk aset virtual, mewajibkan bursa cryptocurrency domestik untuk mengumpulkan nama dan alamat dompet dari pengirim dan penerima untuk semua permintaan deposit dan penarikan.

Tim Tugas dan Penanganan Smurfing

Setelah pembentukan tim tugas oleh Unit Intelijen Keuangan Korea (FIU) untuk memperbarui Undang-Undang Pelaporan dan Penggunaan Informasi Transaksi Keuangan Tertentu, yang dikenal sebagai Undang-Undang Khusus, otoritas keuangan sedang meninjau rencana untuk menangani meningkatnya penggunaan “smurfing”. Taktik ini digunakan oleh penjahat untuk memanfaatkan transaksi bernilai rendah guna menghindari kontrol yang ada.

Implikasi Regulasi yang Lebih Ketat

Lebih lanjut, otoritas keuangan Korea Selatan telah mengaitkan pola ini dengan penghindaran pajak, perdagangan narkoba, dan pergerakan lintas batas dana ilegal. Diskusi tim tugas berfokus pada memperkuat pengawasan penyedia layanan aset virtual, menyelaraskan regulasi domestik dengan standar internasional dari Financial Action Task Force, serta meningkatkan mekanisme inspeksi dan penegakan hukum. Tim tugas juga dilaporkan mempertimbangkan pengenalan sistem penangguhan akun untuk memblokir penarikan cepat dari akun yang dicurigai terlibat dalam aktivitas kriminal, serta memperluas kewajiban pencegahan pencucian uang kepada para profesional, termasuk pengacara, akuntan, dan penasihat pajak.

Kesimpulan

Seiring Korea Selatan terus memperketat regulasi cryptocurrency-nya, implikasi yang lebih luas untuk pasar domestik dan internasional semakin jelas. Pengawasan yang lebih ketat dapat mendorong transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dalam ekosistem crypto, berpotensi menarik investor institusi yang mencari lingkungan yang lebih aman dan sesuai. Namun, trader kecil dan startup mungkin menghadapi biaya kepatuhan yang lebih tinggi dan tantangan operasional saat bursa menerapkan sistem pemantauan dan pelaporan yang lebih kuat. Pengamat mencatat bahwa cara aturan ini ditegakkan, dikombinasikan dengan lanskap regulasi global yang terus berkembang, akan membentuk peran negara dalam sektor aset digital selama bertahun-tahun yang akan datang, menyeimbangkan inovasi dengan keamanan dan kepercayaan.