Operasi Internasional Menutup Jaringan Pencucian Uang Crypto Senilai $390 Juta

12 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
4 tampilan

Operasi Penutupan Jaringan Pencucian Uang AudiA6

Sebelas negara terlibat dalam operasi bersama yang berhasil menutup AudiA6, sebuah jaringan pencucian uang yang memproses lebih dari 336 juta euro (setara dengan $390 juta) dalam dana ilegal antara tahun 2022 dan 2025. Pada hari Rabu, pihak berwenang menangkap dua administrator, yang merupakan warga negara Rusia dan Ukraina, di Georgia. Mereka juga menyita 25 domain, lebih dari 30 server, serta 80 kendaraan, dan membekukan sekitar $900.000 dalam bentuk cryptocurrency, menurut Badan Uni Eropa untuk Kerja Sama Peradilan Pidana (Eurojust) pada hari Kamis.

Operasi AudiA6 dan Dampaknya

AudiA6 beroperasi sebagai “mixer-as-a-service” yang digunakan oleh penjahat siber terlibat dalam serangan ransomware untuk mencairkan cryptocurrency yang dicuri dan menyembunyikan pergerakan dana ilegal dari pihak berwenang. Layanan ini menawarkan untuk “membersihkan” cryptocurrency dalam waktu sekitar satu jam dengan komisi antara 3% hingga 10%. Sejak tahun 2021, dompet AudiA6 menerima sekitar 10.333 BTC, yang bernilai sekitar $389 juta pada saat transaksi berlangsung, menurut laporan Chainalysis.

Jaringan Kejahatan Siber dan Forum Gelap

Sindikat kejahatan siber yang mengoperasikan layanan ini juga dilaporkan menjalankan forum pasar terpisah yang dikenal sebagai “Dark2Web”, yang digunakan untuk mengiklankan layanan ilegal dan menghubungkan penjahat siber di seluruh dunia, menurut Eurojust. Penyidikan ini melibatkan lembaga dari Amerika Serikat, Australia, Prancis, Polandia, Georgia, Islandia, Kanada, Jerman, Jepang, Swiss, dan Inggris, yang dikoordinasikan melalui Eurojust dan Europol.

Penyidikan dan Identifikasi Akun Penipuan

Jaringan pencucian cryptocurrency ini difasilitasi oleh ribuan akun penipuan yang menggunakan identitas yang dicuri atau dibeli. Selama penyidikan, lebih dari 6.000 catatan Know Your Customer (KYC) yang terkait dengan “akun money mule” telah diidentifikasi, kata Eurojust. Banyak dari akun tersebut terhubung dengan perantara berbahasa Rusia yang direkrut khusus untuk membantu memindahkan hasil kriminal melalui bursa cryptocurrency.

Hubungan dengan Serangan Ransomware

Terkait dengan serangan ransomware, dilaporkan bahwa AudiA6 juga mencuci sebagian dari tebusan yang dibayarkan oleh sebuah bisnis Australia pada tahun 2024 setelah mengalami serangan pemerasan ransomware, menurut Kepolisian Federal Australia, yang terlibat dalam penyidikan ini. Versi reguler dan dark web dari domain AudiA6 dan Dark2Web kini telah diganti dengan spanduk penyitaan.

Statistik Ransomware Global

Ransomware tercatat di 97 negara selama kuartal pertama tahun 2026, namun distribusi serangan semakin terkonsentrasi, dengan Amerika Serikat menyumbang 64,7% dari semua korban yang tercatat, menurut Emsisoft. “Ekosistem ransomware sekali lagi mengkonsolidasikan di sekitar lebih sedikit operator yang lebih dominan,” dengan 10 kelompok ransomware teratas menyumbang 71% dari semua korban pada kuartal pertama tahun 2026, lapor Check Point Research pada bulan Mei.