Ilya Lichtenstein Dibebaskan Lebih Awal dari Penjara
Ilya Lichtenstein, yang dihukum karena perannya dalam mencuci Bitcoin yang dicuri selama peretasan Bitfinex pada tahun 2016, telah dibebaskan dari penjara lebih awal dari yang diharapkan. Pembebasannya terjadi pada 2 Januari 2026, beberapa tahun sebelum penyelesaian hukuman aslinya. Lichtenstein mengaitkan pembebasannya yang lebih awal dengan ketentuan di bawah First Step Act, sebuah undang-undang reformasi peradilan pidana yang ditandatangani pada tahun 2018, yang memungkinkan pengurangan hukuman bagi narapidana yang berpartisipasi dalam program rehabilitasi dan menunjukkan perilaku baik.
Penangkapan dan Hukuman
Lichtenstein ditangkap pada Februari 2022 bersama istrinya, Heather Morgan, setelah pihak berwenang AS melacak hampir 120.000 BTC yang dicuri dari Bitfinex. Pada saat penangkapan, Bitcoin yang dicuri tersebut bernilai sekitar $4,5 miliar, menjadikannya salah satu penyitaan cryptocurrency terbesar dalam sejarah AS. Pada November 2024, Lichtenstein dijatuhi hukuman lima tahun penjara setelah mengaku bersalah atas konspirasi pencucian uang. Namun, menurut pernyataannya setelah dibebaskan, partisipasinya dalam program rehabilitasi dan pendidikan membuatnya memenuhi syarat untuk pengurangan hukuman di bawah First Step Act.
Nilai Bitcoin yang Meningkat
Ketika peretasan Bitfinex terjadi pada Agustus 2016, Bitcoin diperdagangkan pada kisaran $600–$650 per koin. Pada harga tersebut, 120.000 BTC yang dicuri selama pelanggaran tersebut bernilai sekitar $72–$78 juta, jumlah yang substansial pada saat itu tetapi dalam pasar crypto yang jauh lebih kecil dan kurang berkembang. Hampir satu dekade kemudian, Bitcoin diperdagangkan pada level yang secara fundamental mengubah signifikansi historis dari insiden tersebut. Dengan Bitcoin dihargai sekitar $90.000 pada awal 2026, 120.000 BTC yang sama kini akan bernilai sekitar $10,8 miliar, mewakili peningkatan lebih dari 140 kali dibandingkan dengan nilai estimasi pada saat peretasan.
Kerja Sama dengan Pihak Berwenang
Selain upaya rehabilitasi, Lichtenstein bekerja sama dengan pihak berwenang AS selama penyelidikan yang sedang berlangsung. Pada 2024, ia bersaksi dalam kasus yang melibatkan pencampur cryptocurrency Bitcoin Fog. Operator layanan tersebut kemudian dijatuhi hukuman 12,5 tahun penjara, sebuah perkembangan yang disebut jaksa sebagai tonggak penegakan hukum yang signifikan. Heather Morgan menerima hukuman yang lebih ringan, yaitu 18 bulan penjara, dan dibebaskan pada Oktober 2025 setelah menjalani sekitar delapan bulan.
Perhatian Media dan Rencana Masa Depan
Setelah penangkapannya, ia mendapatkan perhatian luas di media sosial untuk proyek musiknya di bawah nama samaran Razzlekhan, yang menjadi fenomena viral di internet. Pembebasan Lichtenstein terjadi di tengah diskusi yang lebih luas tentang bagaimana sistem peradilan AS menangani kejahatan terkait cryptocurrency. Dalam beberapa tahun terakhir, hasil hukuman semakin mencerminkan kerja sama, upaya restitusi, dan rehabilitasi daripada hanya hukuman semata.
Setelah dibebaskan, Lichtenstein menyatakan bahwa ia berencana untuk menggunakan latar belakang teknisnya dalam keamanan siber, menandai pergeseran yang signifikan dari salah satu kasus kejahatan crypto paling terkenal menuju peran potensial dalam keamanan digital. Kasus ini menyoroti bagaimana strategi penegakan hukum dan kerangka hukuman di sektor crypto terus berkembang seiring dengan upaya pihak berwenang untuk menyeimbangkan pencegahan, pemulihan aset, dan reintegrasi jangka panjang.