Hukuman Penjara untuk Evan Tangeman
Evan Tangeman, seorang warga California berusia 22 tahun, telah dijatuhi hukuman 70 bulan penjara atas perannya dalam kelompok pencurian cryptocurrency. Kelompok tersebut berhasil mencuri sekitar $263 juta dari korban melalui penipuan rekayasa sosial dan pencurian. Tangeman mengaku bersalah pada bulan Desember 2025.
Peran dalam Pencucian Uang
Menurut Departemen Kehakiman AS, ia mengakui bahwa ia membantu anggota kelompok tersebut mencuci setidaknya $3,5 juta dari dana yang dicuri. DOJ menyatakan bahwa kelompok kriminal ini menggunakan cryptocurrency yang dicuri untuk membiayai gaya hidup mewah.
Jaksa AS Jeanine Pirro menegaskan bahwa kelompok ini menunjukkan keserakahan yang ekstrem, dengan menyatakan, “Mereka mencuri jutaan, menghabiskannya untuk tagihan klub malam setengah juta dolar, Lamborghini, dan Rolex.”
Hukuman Tambahan dan Kesadaran Rasa Bersalah
Selain itu, Tangeman juga dijatuhi hukuman tiga tahun masa percobaan setelah menjalani masa penjara. Jaksa penuntut menekankan bahwa perilakunya melampaui pencucian uang yang dicuri untuk kelompok tersebut. Pirro menambahkan bahwa Tangeman berusaha menghancurkan bukti setelah anggota kelompok lainnya ditangkap, yang menunjukkan kesadaran akan rasa bersalah. Ia mengatakan, “Pengadilan memperlakukan perilaku tersebut dengan serius.”
Penipuan Cryptocurrency yang Meningkat
Hukuman ini datang di tengah meningkatnya kerugian akibat penipuan cryptocurrency dan peretasan, yang mencapai $482 juta pada kuartal pertama tahun 2026. Otoritas telah memperingatkan bahwa kelompok kriminal terus menargetkan pengguna cryptocurrency melalui penipuan online dan serangan fisik. Prancis juga melaporkan peningkatan serangan kekerasan terhadap pemegang cryptocurrency.
Salah satu pendiri Telegram, Pavel Durov, mengklaim bahwa terdapat 41 penculikan pemegang cryptocurrency di Prancis hanya pada kuartal pertama tahun 2026.