Perdebatan Komunitas XRP: Infrastruktur vs. Kebijakan dalam Mendorong Utilitas Token

6 hari yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Perdebatan dalam Komunitas XRP Ledger

Di dalam komunitas XRP Ledger, perdebatan muncul mengenai apakah utilitas cryptocurrency ini akan lebih didorong oleh perubahan regulasi atau perkembangan infrastruktur dalam sistem Ripple. Menurut NewsBTC, anggota komunitas Alex Cobb menyoroti potensi legislasi pasar AS, khususnya CLARITY Act, untuk meningkatkan penggunaan XRP.

Sebaliknya, peserta lain, Krippenreiter, berargumen bahwa infrastruktur pembayaran Ripple—termasuk likuiditas pertukaran terdesentralisasi XRPL dari Ripple Payments dan penyelesaian on-ledger institusional Ripple Prime—menawarkan utilitas praktis yang lebih besar. Krippenreiter menekankan bahwa ini sejalan dengan pernyataan sebelumnya dari Ripple mengenai penggunaan institusional XRP Ledger, mencatat bahwa penyelesaian on-chain memastikan transparansi dan efisiensi penuh.

Pertimbangan Regulasi dan Infrastruktur

Diskusi ini juga menyoroti pertimbangan regulasi: mengalirkan likuiditas melalui pertukaran terdesentralisasi publik menciptakan tantangan kepatuhan bagi entitas yang diatur, sementara menggunakan ledger sebagai lapisan penyelesaian pasca-perdagangan menghadirkan risiko yang lebih sedikit. Pengacara Bill Morgan berkomentar bahwa institusi yang diatur pada akhirnya harus mengakses likuiditas XRPL tanpa melanggar aturan kepatuhan, mengidentifikasi domain yang diizinkan dan struktur DEX sebagai hambatan potensial. Krippenreiter mengusulkan solusi kredensial dan yang diizinkan sebagai jalan keluar.

Aktivasi Amandemen dan Fitur Privasi

Komunitas sedang mengawasi aktivasi mendatang dari amandemen Domain yang Diizinkan, yang telah mendapatkan konsensus validator sebesar 88,24%, dengan perkiraan aktivasi pada 4 Februari. Diskusi juga menyentuh Ripple Prime, dengan saran bahwa fitur privasi mungkin diperlukan untuk memungkinkan integrasi yang lebih dalam dengan inventaris XRPL di bursa terpusat. Pemimpin teknik Ripple, J. Ayo Akinyele, menyoroti keseimbangan antara transparansi dan kerahasiaan, menekankan bahwa adopsi institusional bergantung pada mekanisme privasi yang tetap mematuhi regulasi.

Kesimpulan

Perdebatan ini bertepatan dengan pengumuman Ripple dan GTreasury tentang Ripple Treasury, sebuah infrastruktur perbendaharaan perusahaan yang menggabungkan operasi kas tradisional dengan sistem aset digital. Secara keseluruhan, diskusi ini mencerminkan fokus komunitas yang berkelanjutan tentang bagaimana kebijakan dan infrastruktur akan membentuk utilitas praktis dan regulasi XRP dalam ekosistem keuangan.