Peter Todd Bela Adam Back di Tengah Tuduhan Satoshi Nakamoto: Kritik terhadap Jurnalisme Modern

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Pernyataan Peter Todd tentang Adam Back dan Kontroversi Satoshi Nakamoto

Peter Todd, pionir dan pengembang Bitcoin, mengeluarkan pernyataan untuk membela rekannya, Adam Back, setelah publikasi investigasi kontroversial oleh New York Times yang menyebut Back sebagai Satoshi Nakamoto yang sebenarnya. Dalam unggahan terbarunya di X, Todd secara langsung menuduh pembuat dokumenter melakukan manipulasi.

Partisipasi dalam Film HBO

Todd mengomentari partisipasinya dalam film HBO yang kontroversial, “Money Electric: The Bitcoin Mystery,” yang dirilis pada tahun 2024, di mana ia digambarkan sebagai pencipta Bitcoin. Ia menjelaskan bahwa ia tidak pernah diberitahu bahwa film tersebut akan berfokus pada identifikasi Satoshi, dan ia dilibatkan dengan dalih hanya untuk mendiskusikan sejarah teknologi. Taktik bait-and-switch ini, menurut Todd, adalah bentuk parasitisme yang merusak integritas industri.

“1) Saya tidak diberitahu bahwa mereka membuatnya untuk menemukan Satoshi. 2) Seseorang harus berbicara dengan jurnalis. Gagal melakukannya memiliki konsekuensi yang lebih buruk,” ungkap Todd.

Risiko dan Ancaman Keamanan

Todd menggambarkan artikel terbaru NYT tentang Adam Back sebagai upaya lain untuk “memarasit pada masyarakat yang produktif.” Ia bersikeras bahwa eksposur semacam itu tidak hanya cacat secara teknis tetapi juga berbahaya, karena menjadikan pengembang target bagi penjahat dengan mengaitkan mereka dengan kepemilikan miliaran yang dikaitkan dengan mitos Satoshi. Ancaman keamanan fisik yang dihasilkan menciptakan lingkungan yang bermusuhan bagi mereka yang membangun masa depan Bitcoin.

Interaksi dengan Pers

Menanggapi pengguna yang bertanya mengapa ia dan pemimpin opini lainnya, termasuk Adam Back, terus berinteraksi dengan pers, Todd menggambarkannya sebagai “memilih yang lebih sedikit dari dua kejahatan.” Menurut Todd, jika para ahli sepenuhnya diam, jurnalis akan mulai memproduksi teori konspirasi yang lebih absurd tanpa adanya perlawanan dari fakta.