Ray Dalio Peringatkan Bitcoin Tidak Dapat Menggantikan Emas Sebagai Aset Krisis

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
1 tampilan

Ray Dalio dan Pandangannya tentang Bitcoin dan Emas

Investor miliarder Ray Dalio kembali menegaskan bahwa Bitcoin tidak dapat menggantikan emas sebagai penyimpan nilai yang dapat diandalkan. Dalam podcast All-In, pendiri Bridgewater Associates ini menyatakan, “Hanya ada satu emas.”

Dalio menekankan bahwa emas tetap menjadi “uang yang paling mapan” dan merupakan aset cadangan terbesar kedua yang dimiliki oleh bank sentral di seluruh dunia. Sebaliknya, Bitcoin tidak memiliki dukungan regulasi dan dukungan pemerintah yang kuat.

Skeptisisme Dalio terhadap Bitcoin

Dalio menguraikan beberapa alasan utama di balik skeptisisme-nya:

  • Pertama, ia melihat sedikit insentif bagi bank sentral untuk memegang Bitcoin dalam jangka panjang.
  • Kedua, Bitcoin sering bergerak seiring dengan saham teknologi, menjadikannya rentan terhadap tekanan pasar, di mana investor mungkin terpaksa melikuidasi kepemilikan lain.

Dalio juga menyoroti masalah privasi, mencatat bahwa semua transaksi Bitcoin dapat dilacak. Selain itu, ia menunjukkan risiko teoretis yang ditimbulkan oleh komputasi kuantum, yang dapat menantang keamanan kriptografi jaringan.

Rekomendasi Investasi dan Perbandingan dengan Emas

Pada Juli 2025, Dalio menyarankan untuk mengalokasikan hingga 15% dari portofolio ke Bitcoin atau emas untuk menyeimbangkan risiko di tengah meningkatnya utang AS dan depresiasi mata uang. Namun, lanskap telah berubah. Bitcoin telah jatuh lebih dari 45% dari puncaknya pada bulan Oktober, diperdagangkan sekitar $71,220, sementara emas telah naik lebih dari 30% menjadi $5,120. Perbedaan ini menekankan bahwa emas berperilaku berbeda dari cryptocurrency selama gejolak geopolitik dan ekonomi.

Tatanan Global dan Aset Riil

Dalio baru-baru ini menyoroti bahwa tatanan global yang dibangun di sekitar dominasi AS telah “hancur.” Ia merekomendasikan untuk fokus pada aset riil seperti emas selama periode kelemahan mata uang dan tekanan sistem utang, sambil tetap mengakui karakteristik uang keras Bitcoin. Namun, ia tetap tidak yakin bahwa Bitcoin dapat menyamai keandalan emas selama krisis.

Pandangan Dalio mencerminkan peringatan dari investor terkemuka lainnya, namun sejarah menunjukkan bahwa sinyal peringatan semacam itu sering kali bertepatan dengan titik masuk bagi pemegang Bitcoin jangka panjang.

Menariknya, argumen mengenai komputasi kuantum tidak unik untuk Bitcoin; sebagian besar sistem keuangan modern, termasuk platform perdagangan emas, memiliki kerentanan kriptografi yang serupa.