Reece Merrick dari Ripple: Stablecoin Mengubah Pasar Fintech di Afrika

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
1 tampilan

Adopsi Stablecoin di Afrika

Reece Merrick, Direktur Utama Ripple Labs untuk Timur Tengah dan Afrika, menyatakan bahwa Afrika memimpin dunia dalam tingkat adopsi stablecoin. Dalam sebuah webinar yang diadakan bersama pemangku kepentingan industri di wilayah tersebut, Merrick menjelaskan bagaimana stablecoin membentuk infrastruktur digital di Afrika. Menurutnya, Afrika memiliki tingkat adopsi sebesar 9,3% dalam penggunaan stablecoin untuk pembayaran lintas batas dalam perdagangan dan inklusi keuangan.

Penggunaan Stablecoin di Afrika

Banyak orang di Afrika menggunakan stablecoin untuk mengirim atau menerima uang dari kerabat di luar negeri. Selain itu, mereka juga mengandalkan stablecoin untuk melindungi tabungan dari fluktuasi mata uang lokal. Dengan stablecoin yang dipatok pada dolar AS, masyarakat Afrika mendapatkan stabilitas yang lebih baik dalam nilai mata uang. Di sisi lain, pelaku perdagangan lintas batas menggunakan stablecoin untuk membayar impor dan layanan, tanpa perlu memiliki rekening bank dalam dolar AS.

Manfaat Stablecoin untuk Transaksi Sehari-hari

Merrick menyoroti bagaimana stablecoin mempermudah transaksi sehari-hari. Ia berpendapat bahwa kelas aset ini berfungsi sebagai jalur pembayaran yang efisien di wilayah tersebut. Dengan menggunakan stablecoin, masyarakat Afrika memiliki cara yang lebih cepat dan murah untuk melakukan pengiriman uang dan penyelesaian perdagangan.

Peluang Pertumbuhan di Pasar Afrika

Afrika tidak hanya berspekulasi, tetapi juga menyelesaikan masalah perdagangan lintas batas dan inklusi keuangan dengan tingkat adopsi stablecoin tertinggi di dunia. Merrick menganggap Afrika sebagai pasar pertumbuhan kunci untuk stablecoin dan percaya bahwa adopsi akan terus meningkat. Ia menekankan bahwa stablecoin Ripple USD (RLUSD) tetap mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat Afrika. Merrick mencantumkan Chipper Cash, Yellow Card, dan VALR sebagai mitra lokal yang telah menjalin hubungan bisnis strategis dengan Ripple untuk mendorong utilitas stablecoin.

Komitmen Ripple terhadap Regulasi

Ripple berkomitmen untuk memastikan transparansi dan pengawasan regulasi guna mendukung adopsi institusional stablecoin untuk pembayaran. Dari pengalaman Ripple di wilayah tersebut, terlihat bahwa bank sentral mulai berinteraksi dengan pelaku crypto untuk lebih memahami sektor ini. Dengan demikian, kekhawatiran mengenai penggunaan stablecoin dan crypto untuk pembayaran ilegal mulai berkurang.

Kesuksesan Stablecoin Ripple USD

Sebagian dari kesuksesan stablecoin Ripple USD dapat dikaitkan dengan utilitasnya di pasar Afrika, di mana populasi besar di luar negeri mengirimkan miliaran dolar dalam pengiriman uang ke rumah menggunakan RLUSD, serta aset notable lainnya seperti Tether (USDT) dan Circle (USDC). Di luar Afrika, Ripple baru-baru ini berkolaborasi dengan bank yang berbasis di UEA, Zand. Kerja sama ini akan melihat Ripple mendukung stablecoin milik Zand, AEDZ, dan bank tersebut juga akan menggunakan RLUSD.