Regulasi Cryptocurrency di AS Menghadapi Penundaan Besar: RUU Struktur Pasar Mungkin Baru Disahkan pada 2027

3 hari yang lalu
2 menit baca
2 tampilan

Penundaan RUU Struktur Pasar Cryptocurrency di AS

Upaya legislatif besar di Amerika Serikat untuk menetapkan kerangka regulasi yang jelas bagi pasar cryptocurrency kini menghadapi potensi penundaan selama beberapa tahun. Menurut analis dari bank investasi TD Cowen, para pembuat undang-undang berharap untuk menyelesaikan RUU struktur pasar yang komprehensif tahun ini, tetapi dinamika politik di Kongres mendorong jadwal tersebut ke belakang. Pengesahan RUU ini bisa tertunda hingga 2027, dengan penerapan aturan baru tidak akan terjadi hingga 2029.

Dinamika Politik dan Urgensi Legislasi

Tim riset Washington dari TD Cowen menyatakan pada hari Selasa bahwa meskipun bahasa teknis untuk RUU tersebut telah dikembangkan selama berbulan-bulan, motivasi para pembuat undang-undang untuk menyelesaikan legislasi sebelum pemilihan menengah 2026 tampaknya lemah. Partai Demokrat, khususnya, mungkin melihat pemilihan sebagai kesempatan untuk meningkatkan posisi mereka di Dewan Perwakilan Rakyat, sehingga mengurangi urgensi untuk mendorong RUU tersebut melalui sesi saat ini. Perhitungan strategis ini, ditambah dengan kebutuhan akan dukungan luas di Senat, memperumit upaya untuk memenuhi tenggat waktu 2026.

Implikasi Penundaan

Jadwal yang tertunda ini akan mendorong penegakan penuh kerangka regulasi menuju akhir dekade. Dalam skenario yang diuraikan oleh TD Cowen, RUU tersebut bisa disahkan pada 2027, dengan aturan akhir tidak berlaku hingga dua tahun kemudian. Jadwal yang diperpanjang ini mencerminkan negosiasi politik serta perdebatan mengenai ketentuan spesifik yang terbukti kontroversial. Salah satu titik perselisihan utama berkaitan dengan ketentuan konflik kepentingan yang diusulkan, yang bertujuan untuk membatasi pejabat pemerintah senior dari memiliki atau mengoperasikan kepentingan bisnis cryptocurrency. Partai Demokrat mendorong batasan ketat pada kegiatan semacam itu, namun penegakan segera ketentuan ini telah mendapat perlawanan dari pembuat undang-undang Republik, yang dapat langsung mempengaruhi tokoh-tokoh terkenal dan menambah risiko politik pada negosiasi.

Kompromi dan Dukungan Bipartisan

Analis TD Cowen mencatat bahwa beberapa pembuat undang-undang mempertimbangkan penegakan yang tertunda terhadap ketentuan etika ini — mungkin hingga tiga tahun setelah RUU tersebut menjadi undang-undang — sebagai bagian dari kompromi untuk menjaga paket legislasi yang lebih luas tetap bergerak. Dengan pendekatan ini, aturan konflik kepentingan dapat mulai berlaku sekitar waktu yang sama dengan kerangka RUU lainnya, yaitu pada 2029. Selain hambatan prosedural, langkah ini masih memerlukan dukungan dari setidaknya 60 senator untuk mengatasi ambang batas filibuster. Persyaratan suara tersebut berarti para pembuat undang-undang harus membangun dukungan bipartisan, sebuah proses yang sering memperpanjang jadwal legislasi bahkan di luar kebijakan non-cryptocurrency.

Ketidakpastian Regulasi bagi Perusahaan dan Investor

Penundaan dalam pengesahan RUU struktur pasar cryptocurrency yang komprehensif berarti bahwa perusahaan dan investor aset digital di AS dapat tetap dalam ketidakpastian regulasi selama bertahun-tahun, harus menavigasi kumpulan aturan dari lembaga yang ada seperti Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC). Analis memperingatkan bahwa ketidakpastian yang berkepanjangan dapat mempengaruhi keputusan bisnis dan daya saing industri, terutama saat yurisdiksi lain terus menyempurnakan kerangka regulasi mereka.

Upaya Regulasi Sebelumnya

Upaya struktur pasar terbaru ini mengikuti upaya regulasi sebelumnya, termasuk Financial Innovation and Technology for the 21st Century Act (FIT21). Disahkan oleh Dewan Perwakilan pada Mei 2024, FIT21 bertujuan untuk memperjelas tanggung jawab regulasi aset digital antara lembaga federal, serta mendefinisikan kapan aset diperlakukan sebagai komoditas atau sekuritas. Meskipun legislasi tersebut disahkan dengan dukungan bipartisan, FIT21 tidak berhasil menetapkan rezim komprehensif yang kini sedang dinegosiasikan. RUU struktur pasar telah dibahas selama lebih dari setahun, membangun pada persetujuan Dewan Perwakilan terhadap FIT21 dan negosiasi selanjutnya dengan Senat. Para pembuat undang-undang telah berulang kali menekankan perlunya kejelasan regulasi untuk mendukung inovasi, melindungi investor, dan bersaing secara global. Namun, setiap penundaan memperpanjang periode di mana perusahaan cryptocurrency beroperasi di bawah prioritas penegakan yang ada, yang terkadang ambigu.