Ripple Bergabung dengan Perusahaan Crypto Berlisensi Eropa Setelah Kemenangan MiCA

3 jam yang lalu
2 menit baca
1 tampilan

Ripple Menerima Otorisasi Penuh sebagai Penyedia Layanan Aset Kripto

Ripple telah menerima otorisasi penuh sebagai Penyedia Layanan Aset Kripto dari Komisi Pengawasan Sektor Keuangan Luxembourg. Persetujuan ini memenuhi persyaratan Markets in Crypto-Assets (MiCA) dan memungkinkan perusahaan untuk menawarkan layanan aset kripto yang diatur di seluruh Wilayah Ekonomi Eropa (EEA). Otorisasi ini mengikuti persetujuan awal MiCA Ripple di Luxembourg, memberikan perusahaan jalur untuk kepatuhan penuh sebelum akhir periode transisi Uni Eropa.

Manfaat Otorisasi Penuh bagi Ripple

Ripple menyatakan bahwa persetujuan penuh ini membuat produk pembayaran kripto yang diatur tersedia untuk institusi keuangan, perusahaan, dan bisnis di semua 30 negara EEA. Lisensi ini menambah portofolio global Ripple yang kini terdiri dari lebih dari 75 lisensi regulasi. “Otorisasi CASP ini menandai bahwa Ripple memasuki era pasca-transisi MiCA dengan kepatuhan penuh dan siap untuk berkembang,” kata Cassie Craddock, Direktur Pelaksana Ripple untuk Inggris dan Eropa.

Dasar Hukum yang Jelas untuk Ripple Payments

Persetujuan baru ini memberikan Ripple dasar hukum yang lebih jelas untuk Ripple Payments di Eropa. Produk ini mendukung aliran pembayaran aset kripto dan stablecoin untuk bank, perusahaan fintech, dan klien korporat. Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh crypto.news, persetujuan CASP dan EMI Ripple akan mendukung infrastruktur pembayaran aset kripto dan stablecoin di seluruh Eropa. Pengaturan ini memungkinkan klien untuk menangani layanan pengumpulan, pertukaran, dan pembayaran melalui jalur yang diatur.

Pentingnya Persetujuan Ini bagi Pasar

Lisensi ini tidak mengubah hak pemegang XRP secara langsung. Ini terutama merupakan otorisasi bisnis untuk layanan Ripple yang diatur di Eropa. Meskipun demikian, persetujuan ini mungkin penting bagi pengamat pasar karena memperluas peran Ripple dalam infrastruktur pembayaran kripto yang patuh. “Institusi yang kami ajak bekerja sama di seluruh Eropa sedang mencari untuk membangun layanan aset digital mereka bersama mitra yang diatur, dan Ripple memiliki lisensi serta siap untuk memenuhi permintaan tersebut,” tambah Craddock.

Periode Transisi MiCA dan Dampaknya

Persetujuan Ripple datang tepat setelah akhir periode transisi MiCA, yang berakhir pada 1 Juli. Periode ini mengharuskan perusahaan kripto untuk memiliki lisensi CASP agar dapat terus melayani pengguna di bawah aturan baru Uni Eropa. MiCA memberikan jalur paspor bagi perusahaan berlisensi di seluruh blok, sehingga sebuah perusahaan yang disetujui di satu negara anggota dapat menawarkan layanan kripto yang tercakup di pasar EU dan EEA lainnya tanpa perlu persetujuan nasional terpisah.

Perkembangan di Luxembourg dan Dampaknya

Perubahan aturan ini telah memisahkan perusahaan yang disetujui dari perusahaan yang masih menunggu otorisasi. Seperti yang dilaporkan crypto.news, ESMA menambahkan 57 perusahaan MiCA baru ke dalam daftarnya setelah tenggat waktu, meningkatkan total jumlah perusahaan kripto yang diotorisasi menjadi 300. Standard Chartered dan FalconX termasuk di antara perusahaan yang ditambahkan ke dalam daftar. Standard Chartered juga menerima otorisasi melalui Luxembourg, menunjukkan peran negara tersebut yang semakin berkembang sebagai basis untuk layanan kripto institusional.

Luxembourg telah menjadi salah satu jalur utama Eropa bagi perusahaan kripto yang mencari akses pasar di bawah MiCA. Crypto.news melaporkan bahwa Coinbase membuka pusat MiCA di Luxembourg sebelum tenggat waktu, memberikan jalur tunggal untuk melayani pengguna Eropa. Perusahaan lain juga telah menggunakan Luxembourg untuk ekspansi kripto yang diatur, seperti B2C2 yang memenangkan persetujuan MiCA di negara tersebut untuk menawarkan layanan perdagangan kripto di seluruh Eropa.

Kesimpulan

Dengan demikian, Ripple kini bergabung dengan kelompok kecil perusahaan aset digital yang memiliki otorisasi MiCA penuh. Persetujuan ini memperkuat basis lisensi Eropa-nya pada saat platform tanpa lisensi menghadapi batasan layanan. Keputusan ini memberikan Ripple posisi yang lebih kuat saat bank dan perusahaan Eropa meninjau penyedia pembayaran kripto. Di bawah MiCA, perusahaan berlisensi dapat beroperasi dengan buku aturan yang lebih jelas, sementara perusahaan tanpa persetujuan harus membatasi atau menghentikan layanan yang tercakup di wilayah tersebut.