Seniman Prancis Kecam Pemerintah atas Lonjakan Penculikan Terkait Cryptocurrency

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Kritik Pascal Boyart terhadap Pemerintah Prancis

Pascal Boyart, seorang seniman terkemuka dan pendukung cryptocurrency asal Prancis, mengkritik pemerintah Prancis terkait meningkatnya jumlah penculikan yang berkaitan dengan cryptocurrency di seluruh negeri. Dalam unggahannya di X (sebelumnya Twitter), Boyart menyatakan bahwa pemerintah memiliki andil besar dalam situasi ini.

“Pemerintah Prancis 100% terlibat,” ujarnya. “Sistem peradilan yang tidak berfungsi dan kebijakan KYC (Know Your Customer) justru menciptakan risiko bagi para pengguna; ini adalah bagian dari perang mereka melawan cryptocurrency.”

Peran Boyart dalam Seni dan Cryptocurrency

Boyart dikenal sebagai pelopor dalam menggabungkan seni dan teknologi blockchain. Pada tahun 2018, ia mengorganisir pameran “Bitcoin Art (r)Evolution” di Paris, yang menjadi pameran seni global pertama yang sepenuhnya didedikasikan untuk Bitcoin dan cryptocurrency. Ia telah lama berpendapat bahwa teknologi blockchain dapat memberikan transparansi dan membebaskan seniman dari batasan yang diberlakukan oleh sistem perbankan tradisional.

Kekerasan Terkait Cryptocurrency

Kekecewaan Boyart muncul dari tren kekerasan fisik yang semakin meningkat, yang menargetkan individu dengan kekayaan digital. Serangan yang dikenal sebagai “$5 wrench” menggambarkan situasi di mana penjahat menggunakan kekerasan fisik untuk mendapatkan akses ke kunci pribadi atau kata sandi, mengabaikan langkah-langkah keamanan digital. Prancis telah menjadi salah satu pusat utama untuk jenis kejahatan ini, dengan sekitar 40 kasus penculikan terkait cryptocurrency yang ditangani oleh pihak berwenang antara tahun 2023 hingga akhir 2025.

Jaringan Kriminal Internasional

Banyak dari serangan ini diduga dipesan oleh jaringan kriminal internasional yang merekrut perantara lokal untuk melakukan tindakan kekerasan. Para penjahat sering memanfaatkan media sosial, jejak digital, dan kebocoran data untuk mengidentifikasi individu yang memiliki kekayaan crypto yang signifikan. Beberapa eksekutif terkenal dan keluarga mereka telah menjadi target dalam setahun terakhir, termasuk David Balland, salah satu pendiri Ledger.