Tether Diperiksa Setelah Laporan Mengaitkan IRGC dengan Aliran $1 Miliar dalam USDT

6 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
1 tampilan

Tether dan Hubungannya dengan IRGC

Tether kembali menjadi sorotan setelah laporan yang mengaitkan Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) dengan pergerakan besar dalam cryptocurrency menggunakan USDT. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai penegakan hukum dan eksposur yang dihadapi.

Laporan Investigasi

Laporan investigasi yang mengutip firma analitik blockchain TRM Labs menyebutkan bahwa entitas yang terkait dengan IRGC telah memindahkan hampir $1 miliar dalam cryptocurrency sejak awal 2023, sebagian besar melalui USDT di jaringan Tron. Aktivitas ini dilaporkan dilakukan melalui dua bursa yang terdaftar di Inggris, Zedcex dan Zedxion, yang menurut penyelidik digunakan untuk menghindari sanksi internasional.

Angka yang dilaporkan merujuk pada volume transaksi, bukan aset yang disita atau dibekukan. Namun, berita dan postingan di media sosial dengan cepat membingkai temuan tersebut sebagai “Tether membekukan $1 miliar,” yang menyebabkan kebingungan di pasar kripto dan kalangan pembuat kebijakan.

Respons Tether

Tether telah berulang kali menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan penegak hukum dan mematuhi permintaan sanksi. Perusahaan ini mempertahankan kemampuan untuk membekukan USDT di tingkat alamat ketika dompet secara resmi disanksi atau ditandai oleh otoritas.

Analisis Aktivitas IRGC

TRM Labs mengatakan telah mengidentifikasi aktivitas terkait IRGC dengan melacak setoran, penarikan, dan infrastruktur dompet yang terhubung ke dua bursa tersebut. Menurut analisis tersebut, aliran kripto yang terkait dengan IRGC berjumlah sekitar $24 juta pada tahun 2023, melonjak menjadi sekitar $619 juta pada tahun 2024, dan mencapai sekitar $410 juta pada tahun 2025.

Sebagian besar dana dipindahkan dalam USDT, mencerminkan likuiditas dan penerimaan stablecoin di berbagai tempat perdagangan luar negeri. Para penyelidik menyatakan bahwa biaya transaksi yang rendah di Tron dan penyelesaian yang cepat menjadikannya jaringan yang diutamakan untuk transfer ini.

Perbedaan dalam Pembekuan Aset

Temuan tersebut dibagikan kepada jurnalis dan dikutip sebagai bagian dari laporan yang lebih luas tentang bagaimana aktor yang disanksi terus mengakses jalur kripto meskipun ada kerangka kepatuhan global.

Secara terpisah, tindakan penegakan yang terdokumentasi menunjukkan jumlah yang jauh lebih kecil yang dibekukan. Pada September 2025, Biro Nasional Israel untuk Pendanaan Terorisme menerbitkan daftar 187 alamat dompet yang mereka kaitkan dengan aktivitas IRGC. Setelah penunjukan tersebut, Tether memasukkan 39 dari alamat tersebut ke dalam daftar hitam, membekukan sekitar $1,5 juta dalam USDT yang dipegang di dompet tersebut pada saat itu, menurut firma intelijen blockchain Elliptic.

Perbedaan ini penting. Angka $1 miliar mencerminkan pergerakan kripto kumulatif, sementara pembekuan hanya melibatkan saldo yang ada di dompet yang disanksi saat tindakan dilakukan. Tether belum mengonfirmasi pembekuan apa pun yang mendekati $1 miliar dalam satu tindakan penegakan.

Kesimpulan

Episode ini menyoroti kesenjangan antara pelacakan aliran kripto ilegal dan upaya untuk menyita aset, saat regulator dan penerbit stablecoin terus menghadapi tekanan terkait penegakan sanksi di pasar kripto global.