UniCredit Peringatkan Eropa Hadapi Krisis Bank Kripto di Bawah Aturan MiCA

2 hari yang lalu
Waktu baca 1 menit
4 tampilan

Peringatan tentang Krisis Bank Kripto di Eropa

Direktur UniCredit, Elena Carletti, memperingatkan bahwa Eropa mungkin menghadapi kesulitan dalam mengatasi krisis bank kripto di bawah regulasi MiCA (Markets in Crypto-Assets). Dalam pernyataannya, Carletti menekankan bahwa Eropa mungkin tidak siap menghadapi guncangan perbankan yang terkait dengan cryptocurrency, terutama jika dibandingkan dengan respons darurat yang diterapkan di Amerika Serikat pada tahun 2023.

Pernyataan di Konferensi

Elena Carletti, yang juga menjabat sebagai wakil ketua UniCredit dan memimpin komite risiko dewan, menyampaikan pandangannya dalam sebuah konferensi di IESE Business School di Madrid. Ia menyatakan bahwa mekanisme perlindungan yang diterapkan di AS, yang menjamin semua simpanan di bank seperti Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank, “tidak dapat dengan mudah diterapkan di Eropa.”

Regulasi MiCA dan Stabilitas Stablecoin

Regulasi MiCA mengharuskan penerbit stablecoin, yang dikategorikan sebagai token uang elektronik, untuk memegang cadangan dalam bentuk aset likuid, termasuk simpanan bank dan sekuritas pemerintah. Hal ini mengaitkan stabilitas stablecoin secara langsung dengan neraca bank. Keterkaitan ini menjadi jelas saat keruntuhan SVB pada Maret 2023, di mana Circle, penerbit USDC, mengungkapkan bahwa cadangannya sebesar $3,3 miliar terjebak di bank yang gagal tersebut. Akibatnya, stablecoin tersebut sempat kehilangan peg dollar-nya sebelum regulator AS menjamin semua simpanan.

“Cakupan dan perlindungan yang diberikan kepada semua simpanan, termasuk perusahaan stablecoin, memungkinkan untuk mempertahankan stabilitas stablecoin,” kata Carletti.

Namun, asuransi simpanan Uni Eropa, yang dibatasi hingga €100.000, tidak dapat menyerap tekanan dari akun cadangan stablecoin besar dengan cara yang sama.

Tren Penggunaan Stablecoin di Eropa

Peringatan Carletti muncul di tengah tren bank-bank Eropa yang semakin condong ke penggunaan stablecoin. UniCredit sendiri merupakan anggota pendiri Qivalis, sebuah konsorsium yang merencanakan peluncuran stablecoin euro yang sesuai dengan MiCA pada paruh kedua tahun 2026. Banca Sella, salah satu pendiri Qivalis lainnya, baru-baru ini mendapatkan persetujuan dari Bank Italia untuk menawarkan layanan penyimpanan dan transfer cryptocurrency di bawah jalur notifikasi MiCA untuk lembaga kredit.

Regulasi MiCA dan Risiko Sistemik

Peluncuran penuh regulasi MiCA dijadwalkan akan memperketat pengawasan terhadap penyedia layanan aset kripto (CASP), penerbit stablecoin, dan sektor DeFi pada Juli 2026. CEO Tether, Paolo Ardoino, sebelumnya juga mengungkapkan bahwa persyaratan cadangan tunai tidak diasuransikan sebesar 60% dalam MiCA dapat memicu risiko sistemik itu sendiri, yang sejalan dengan kekhawatiran Carletti dari sisi penerbit.