Venezuela Pasca-Maduro: Mengandalkan Bitcoin di Bawah Kepemimpinan María Corina Machado

3 hari yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Bitcoin sebagai Penyelamat Ekonomi Venezuela

Bitcoin pernah menjadi penyelamat bagi warga Venezuela dalam menghadapi hiperinflasi, dan pemimpin oposisi María Corina Machado berharap bahwa suatu hari nanti, cryptocurrency ini dapat membantu membangun kembali ekonomi negara. Machado telah berulang kali menekankan peran Bitcoin dalam melindungi tabungan warga Venezuela saat bolívar anjlok, kehilangan 14 nol sejak tahun 1999.

Peran Bitcoin dalam Ekonomi

Pada tahun 2024, ia menggambarkan Bitcoin sebagai “tali penyelamat” yang memungkinkan warga untuk menghindari kurs yang dikendalikan pemerintah dan melestarikan—bahkan kadang-kadang memulihkan—kekayaan mereka di tengah kejatuhan ekonomi.

“Kami membayangkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan nasional kami, membantu membangun kembali apa yang dicuri oleh kediktatoran,”

kata Machado.

Kekacauan Politik dan Ekonomi

Komentarnya muncul di tengah kekacauan baru yang melanda Venezuela setelah pemilihan presiden Juli 2024 yang diperdebatkan. Saat ini, ekonomi Venezuela berada dalam kondisi yang lebih parah. Nicolás Maduro, yang mengklaim masa jabatan ketiga berturut-turut pada tahun 2024 meskipun oposisi Edmundo González menang telak, dilaporkan telah ditangkap dalam operasi militer AS.

Wakil presiden dan menteri minyak Maduro, Delcy Rodriguez, secara resmi dilantik pada hari Senin, 5 Januari, sebagai presiden sementara negara. Namun, Presiden Donald Trump bersikeras bahwa AS “mengendalikan” Venezuela setelah penangkapan Maduro.

Tekanan Ekonomi dan Cryptocurrency

Venezuela telah menderita tekanan ekonomi yang menghancurkan, diperburuk oleh pemerintah yang membatasi akses ke platform crypto utama, termasuk Binance. Caracas juga meninggalkan cryptocurrency yang didukung negara, Petro, setelah bertahun-tahun skandal dan kegagalan operasional. Bitcoin dan aset crypto lainnya semakin mengisi kekosongan tersebut.

Rekan oposisi Machado, Leopoldo López, menyatakan pada tahun 2023 bahwa crypto—terutama stablecoin—membantu menghindari kontrol perbankan dan volatilitas, mencatat bahwa aset digital digunakan untuk mendistribusikan bantuan kepada sekitar 65.000 pekerja kesehatan selama pandemi.

Situasi Politik dan Masa Depan Cryptocurrency

Dengan Maduro dilaporkan ditangkap oleh pasukan AS pada 3 Januari 2026, dan pasar prediksi seperti Kalshi menempatkan peluang Machado untuk memimpin Venezuela pada akhir 2026 sekitar 27%, para analis berpendapat bahwa crypto bisa kembali menjadi bagian penting dalam debat pemulihan negara.

Namun, Machado terhalang untuk mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Venezuela 2024 setelah Mahkamah Agung negara itu mengesahkan larangan politik selama 15 tahun terhadapnya. Pemerintah Maduro membenarkan diskualifikasi tersebut dengan menuduh Machado melakukan pelanggaran administratif dan mendukung sanksi internasional terhadap rezim—tuduhan yang ia bantah sebagai bermotivasi politik.

Organisasi Negara-negara Amerika, Uni Eropa, dan Human Rights Watch mengutuk langkah tersebut sebagai upaya untuk menyingkirkan kandidat oposisi terkemuka dan merusak pemilihan yang bebas dan adil. Dengan Maduro kini berada di penjara New York City karena dugaan konspirasi narkoterrorisme, masih harus dilihat apakah larangan terhadap Machado akan tetap berlaku.