Visa Mencari Mitra Baru untuk Penyelesaian Stablecoin
Visa dilaporkan sedang mencari mitra baru untuk penyelesaian stablecoin dan transaksi over-the-counter (OTC) setelah Mastercard mengakuisisi BVNK, yang sebelumnya mengisi peran tersebut. Permintaan untuk produk yang bersifat rahasia ini ditujukan kepada penyedia yang memiliki lisensi pertukaran cryptocurrency di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, dan Singapura, menurut laporan yang diterbitkan pada 18 Agustus.
Dokumen tersebut meminta dukungan untuk beberapa stablecoin, termasuk kemampuan untuk melakukan pertukaran dan menyediakan layanan penyelesaian. Perusahaan yang terpilih juga akan membantu memproses transaksi yang melibatkan Open USD. Visa menolak untuk mengomentari proses yang dilaporkan ini. Mereka belum mengonfirmasi permintaan tersebut secara publik, menyebutkan kandidat mana pun, atau mengungkapkan jadwal pemilihan.
Persyaratan dan Fokus Visa
Persyaratan lisensi yang dilaporkan memberikan pencarian ini sudut pandang yang jelas di AS. Kandidat yang berhasil perlu memiliki cakupan regulasi yang mencakup empat pasar keuangan utama, bukan hanya beroperasi melalui jaringan mitra regional yang terpisah.
Menurut laporan tersebut, Visa telah mempersempit perhatian mereka pada satu penyedia penyelesaian dan OTC, namun identitasnya tetap tidak diungkapkan. Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Visa telah membuat pemilihan akhir atau memasuki perjanjian yang mengikat. Layanan yang dibutuhkan akan melampaui transfer token dasar. Dokumen tersebut mencari perusahaan yang mampu mengonversi antara stablecoin, menyediakan likuiditas institusional, dan menangani penyelesaian di berbagai yurisdiksi.
Persyaratan ini dapat membatasi pencarian pada penyedia infrastruktur yang sudah mapan, memiliki hubungan perbankan, dan operasi likuiditas. Visa juga menunjukkan bahwa mereka ingin satu layanan terkoordinasi daripada pengaturan terpisah di setiap negara.
Akusisi Mastercard dan Dampaknya
Mastercard menyelesaikan akuisisi BVNK pada 3 Agustus. Perusahaan pembayaran tersebut menyatakan bahwa BVNK akan memperkuat infrastruktur mereka untuk pembayaran stablecoin, penyelesaian, dan operasi treasury. Transaksi tersebut diumumkan pada bulan Maret dengan nilai hingga $1,8 miliar. BVNK mengungkapkan bahwa infrastrukturnya memproses sekitar $30 miliar dalam volume pembayaran tahunan.
Seperti yang dilaporkan sebelumnya, Mastercard menyelesaikan akuisisi BVNK setelah mendapatkan persetujuan yang diperlukan. Perubahan kepemilikan ini menempatkan BVNK di bawah salah satu pesaing terbesar Visa. BVNK sebelumnya telah berfungsi sebagai mitra penyelesaian stablecoin untuk Visa. Baik Visa maupun BVNK belum menjelaskan secara publik bagaimana akuisisi Mastercard mempengaruhi hubungan komersial sebelumnya.
Kemitraan dan Inisiatif Visa
Visa juga mengumumkan kemitraan terpisah dengan ZeroHash pada 5 Agustus. Pengaturan tersebut memungkinkan klien Visa Direct yang memenuhi syarat untuk mendanai akun dan mengirim pembayaran melalui stablecoin. Namun, permintaan yang dilaporkan tersebut muncul setelah pengumuman ZeroHash dan mencakup pasar di mana ZeroHash dilaporkan tidak memegang lisensi yang dicari oleh Visa. Pencarian baru ini tampaknya untuk memenuhi kebutuhan geografis dan operasional yang lebih luas.
Visa juga telah memperkenalkan Visa Stablecoin Platform. Perusahaan menyatakan dalam rilis Juli bahwa platform tersebut akan membantu institusi mengakses, menyimpan, menerbitkan, menebus, dan mentransfer stablecoin, dengan Open USD sebagai aset awal yang didukung.
Rencana Masa Depan dan Strategi Multi-Koin
Dalam liputan terkait, Visa meluncurkan platform Open USD dengan klien terpilih yang berpartisipasi dalam pengujian beta. Visa belum mengungkapkan kapan mereka berencana untuk memilih penyedia atau memulai layanan penyelesaian yang diperluas. Setiap perjanjian kemungkinan akan bergantung pada pemeriksaan lisensi, integrasi teknis, dan negosiasi komersial.
Mitra yang dilaporkan juga perlu terhubung dengan Open USD, yang didukung oleh konsorsium yang mencakup Visa, Mastercard, dan Coinbase. Lebih dari 140 perusahaan terlibat dalam inisiatif tersebut saat diumumkan. Seperti yang dilaporkan oleh crypto.news, Visa mendukung strategi multi-koin dan tidak menganggap Open USD sebagai pengganti USDT atau USDC. Posisi tersebut sesuai dengan persyaratan yang dilaporkan untuk mitra yang mampu menangani beberapa stablecoin.
Hingga Visa mengonfirmasi permintaan tersebut atau menyebutkan penyedia, RFP dan persyaratannya tetap dikaitkan dengan dokumen yang ditinjau oleh CoinDesk.