Blockchain Stablecoins Diprediksi Memicu Perubahan Besar dalam Sistem Keuangan

2 bulan yang lalu
Waktu baca 1 menit
17 tampilan

Perkembangan Stablecoins dan Dampaknya pada Sistem Keuangan

Para ahli memperkirakan bahwa blockchain stablecoins akan memulai “super cycle” dalam lima tahun ke depan, yang berpotensi menghasilkan lebih dari 100.000 sistem pembayaran semacam itu secara global. Perkembangan ini dapat memerlukan restrukturisasi mendasar dari sistem keuangan yang ada. Stablecoins berpotensi mengancam basis simpanan perbankan tradisional dan kemampuan pasokan kredit, karena mereka memfasilitasi pembayaran tanpa memberikan kredit.

Kekhawatiran Bank Sentral dan Inovasi di Sektor Perbankan

Bank Sentral Eropa mengungkapkan kekhawatiran akan kehilangan kedaulatan moneter dan mempercepat pengenalan mata uang digital. Sebagai respons, bank-bank komersial mulai mengubah simpanan tradisional menjadi “deposit tokens.” CEO Lloyds Bank, Charlie Nunn, menyarankan bahwa menggabungkan teknologi ini dengan kecerdasan buatan (AI) dapat merancang ulang layanan keuangan.

Pemrosesan Pembayaran oleh JPMorgan

JPMorgan saat ini memproses sekitar $5 miliar dalam pembayaran yang ditokenisasi setiap hari, yang merupakan fraksi kecil dibandingkan dengan $15 triliun dalam pembayaran arus utama. Namun, simpanan bank yang ditokenisasi menawarkan berbagai keuntungan, seperti:

  • Transfer 24/7 tanpa memerlukan bank koresponden
  • Perlindungan terhadap pencucian uang
  • Dukungan dari bank sentral
  • Kemampuan untuk membayar bunga
  • Dukungan untuk otomatisasi kontrak pintar

Fitur-fitur ini dapat membantu mempertahankan keunggulan regulasi dan melawan kompetisi dari stablecoin.