MARA Holdings dan Kemitraan Strategis dengan Starwood Property Trust
MARA Holdings, perusahaan penambang Bitcoin, baru-baru ini mengumumkan kemitraan strategis dengan Starwood Property Trust untuk mengembangkan pusat data yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI). Dalam pengumuman yang dirilis pada 26 Februari, kedua perusahaan sepakat untuk “bersama-sama mengembangkan, membiayai, dan mengoperasikan proyek infrastruktur digital di seluruh portofolio MARA yang kaya energi.”
Transformasi Lokasi Penambangan
Sebagai bagian dari perjanjian ini, MARA akan bekerja sama dengan divisi pengembangan pusat data Starwood Capital Group, yaitu Starwood Digital Ventures, untuk mengubah dan memperluas beberapa lokasi penambangan Bitcoin di Amerika Serikat menjadi kampus pusat data hyperscale yang mampu menangani beban kerja perusahaan, cloud, dan AI.
“Lokasi MARA yang kaya energi memberikan pelanggan apa yang mereka butuhkan: akses energi yang dapat diprediksi dalam skala besar. Kemitraan kami dengan Starwood akan memungkinkan kami untuk mengubah kepastian energi itu menjadi kepastian kapasitas, sehingga pelanggan dapat menjalankan berbagai beban kerja dekat dengan data dan pengguna mereka,” ujar Fred Thiel, Ketua dan CEO MARA, dalam sebuah pernyataan.
Fokus pada Energi dan Kapasitas TI
Kemitraan ini akan fokus pada lokasi-lokasi yang memiliki akses ke energi dengan biaya rendah dan posisi interkoneksi jaringan yang kuat, yang akan mendukung operasi penambangan Bitcoin serta beban kerja komputasi berkinerja tinggi yang didorong oleh AI. Kedua perusahaan berharap dapat menyediakan sekitar 1 gigawatt kapasitas TI dalam jangka pendek, dengan rencana untuk meningkatkan angka tersebut menjadi lebih dari 2,5 gigawatt seiring berjalannya waktu.
Reaksi Pasar dan Tantangan yang Dihadapi
Setelah pengumuman kemitraan dengan Starwood, saham MARA melonjak lebih dari 15% dalam perdagangan setelah pasar. Para pemegang saham melihat usaha patungan ini sebagai langkah diversifikasi strategis, terutama setelah laporan pendapatan perusahaan yang mengecewakan, yang mengungkapkan kerugian bersih kuartalan sebesar $1,7 miliar dan penurunan pendapatan.
Sebelumnya, seperti yang dilaporkan oleh crypto.news, saham penambangan crypto, termasuk MARA, telah mengalami kesulitan selama beberapa bulan terakhir akibat penurunan pasar secara keseluruhan dan margin keuntungan yang ketat. Selain itu, badai musim dingin yang kuat pada bulan Januari telah mendorong hashrate Bitcoin ke level terendah dalam tujuh bulan, memaksa beberapa penambang di AS untuk mematikan atau membatasi operasi mereka guna mengurangi tekanan pada jaringan listrik yang tegang.