Michael Saylor Peringatkan Ancaman Komputasi Kuantum yang Dapat Menghancurkan Internet

6 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
2 tampilan

Debat Michael Saylor dan Chamath Palihapitiya

Michael Saylor, pendiri dan CEO dari MicroStrategy, baru-baru ini terlibat dalam debat dengan kapitalis ventura Chamath Palihapitiya. Dalam diskusi tersebut, Saylor memperingatkan bahwa ancaman dari komputasi kuantum bukan hanya sekadar “masalah Bitcoin”. Menurutnya, potensi kekuatan komputer kuantum untuk memecahkan enkripsi yang melindungi Bitcoin dapat berakibat fatal bagi seluruh infrastruktur dunia modern. Jika hal ini terjadi, maka setiap pilar utama dari ekonomi global, termasuk bank, penyedia layanan cloud, dan bahkan internet itu sendiri, akan terancam.

Tesis Kontroversial Palihapitiya

Debat ini dipicu oleh tesis kontroversial Palihapitiya yang berjudul “The Collapse of Terminal Value”, di mana ia berargumen bahwa kecerdasan buatan (AI) menurunkan biaya gangguan dengan sangat cepat, sehingga tidak ada perusahaan yang dapat secara kredibel memproyeksikan arus kas lebih dari lima tahun ke depan. Dalam skenario ini, “parit” yang melindungi perusahaan dari persaingan akan menghilang, dan pasar ekuitas dapat menghadapi penurunan bencana hingga 75%.

Respon Saylor terhadap Ancaman

Saylor, yang selalu siap membela Bitcoin, menanggapi bahwa “risiko gangguan” inilah yang akan mendorong modal untuk beralih ke Bitcoin. Ia menggambarkan BTC sebagai “Modal Digital” yang langka, netral, dan secara unik kebal terhadap ancaman usang yang disebabkan oleh AI yang mengancam perusahaan tradisional. Palihapitiya membalas dengan mencatat bahwa Bitcoin harus terlebih dahulu mampu bertahan dari “ancaman kuantum” untuk dapat menjadi yang terunggul. Namun, Saylor menekankan bahwa seluruh ekosistem digital harus diperbarui secara bersamaan.

“Teori AI Anda mengasumsikan dunia digital yang tahan terhadap ancaman kuantum. Jika komputasi kuantum dapat memecahkan kriptografi, maka itu juga akan memecahkan AI, infrastruktur cloud, bank, dan internet—bukan hanya Bitcoin. Namun, saya percaya bahwa seluruh ekosistem harus diperbarui secara bersamaan,” kata Saylor.

Ia menambahkan bahwa pandangan bahwa keruntuhan kuantum hanya akan berdampak pada Bitcoin adalah kesalahpahaman tentang bagaimana keamanan digital berfungsi.

Prediksi Saylor tentang Kriptografi Pasca-Kuantum

Saylor memprediksi bahwa dunia akan mengalami pergeseran terkoordinasi menuju Kriptografi Pasca-Kuantum (PQC). Sistem pertahanan nasional, protokol perbankan, dan server Google semuanya harus diperbarui bersamaan dengan jaringan Bitcoin. Ia sebelumnya telah menggambarkan sektor kripto sebagai “komunitas keamanan siber yang paling canggih”. Saylor menganggap transisi ke era kuantum sebagai “peristiwa pembersihan pasar”, di mana pemegang kunci pribadi akan mengenkripsi ulang aset mereka sesuai dengan standar baru, sementara koin yang “hilang” atau “mati” pada standar enkripsi lama akan dibekukan, yang berpotensi mengarah pada pasokan Bitcoin yang lebih ketat.