Nobitex, Bursa Crypto Terbesar Iran, Diperiksa Terkait Sanksi: Laporan Reuters

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
4 tampilan

Pengawasan Bursa Cryptocurrency Nobitex di Iran

Bursa cryptocurrency terbesar di Iran, Nobitex, kini berada di bawah pengawasan setelah laporan dari Reuters mengungkap bahwa dua saudara dari keluarga Kharrazi yang berpengaruh di Iran mendirikan platform tersebut dengan nama alternatif. Laporan ini muncul di tengah meningkatnya pergerakan cryptocurrency dari Iran, yang terjadi bersamaan dengan ketegangan akibat konflik. Nobitex membantah adanya hubungan dengan pemerintah dan menegaskan bahwa mereka tidak memberikan dukungan kepada badan negara.

Sejarah dan Pertumbuhan Nobitex

Ali dan Mohammad Kharrazi mendirikan Nobitex pada tahun 2018 dengan menggunakan nama keluarga Aghamir. Laporan tersebut menyebutkan bahwa kedua saudara ini merupakan bagian dari keluarga Iran yang memiliki pengaruh kuat dengan hubungan politik dan keagamaan yang mendalam. Nobitex telah berkembang menjadi bursa cryptocurrency terbesar di Iran, dengan klaim memiliki 11 juta pengguna dan menangani sekitar 70% transaksi cryptocurrency di negara tersebut.

Transaksi Terkait Sanksi

Reuters juga melaporkan bahwa catatan blockchain dan wawancara menunjukkan adanya transaksi yang terkait dengan entitas Iran yang dikenakan sanksi, termasuk bank sentral dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC). Laporan tersebut menyatakan bahwa Nobitex telah menjadi bagian dari sistem keuangan paralel yang beroperasi di luar saluran perbankan resmi. Nobitex menolak klaim adanya hubungan langsung dengan pemerintah, menyatakan kepada Reuters bahwa mereka adalah “bisnis swasta dan independen” dan tidak memiliki hubungan atau kontrak dengan IRGC, bank sentral Iran, atau badan pemerintah lainnya.

Kekhawatiran Penggunaan Cryptocurrency

Selain itu, laporan ini menambah kekhawatiran yang telah lama ada mengenai penggunaan cryptocurrency dalam ekonomi yang dikenakan sanksi. Reuters mengutip analisis blockchain dan penyelidik yang menyatakan bahwa Nobitex telah membantu memindahkan dana di luar kontrol keuangan Barat. Eksekutif Crystal Intelligence, Nick Smart, mengatakan kepada Reuters bahwa Nobitex menciptakan masalah kepatuhan yang kompleks karena pengguna biasa di Iran dan aktivitas yang terkait dengan negara mungkin berbagi platform yang sama. Dia menambahkan bahwa “sulit untuk memisahkan rezim dari rakyat.”

Lonjakan Penarikan Cryptocurrency

Pengawasan ini juga muncul setelah lonjakan tajam dalam penarikan cryptocurrency di Iran setelah serangan udara AS dan Israel di Teheran. Crypto.news melaporkan bahwa penarikan di Nobitex melonjak lebih dari 700% dalam hitungan menit setelah serangan tersebut. Data dari Elliptic menunjukkan bahwa pengguna menarik lebih dari $500.000 segera setelah serangan pertama, dengan angka tersebut mencapai hampir $3 juta antara 28 Februari dan 1 Maret. Crypto.news juga mengutip Elliptic yang menyatakan bahwa Nobitex memungkinkan pengguna untuk mengonversi rial menjadi cryptocurrency dan menarik dana ke dompet luar. Proses ini dapat membantu pengguna memindahkan uang ke luar negeri ketika jalur perbankan tetap terbatas.

Pandangan Hati-hati dari TRM Labs

Namun, TRM Labs memberikan pandangan yang lebih hati-hati, menyatakan bahwa aktivitas tersebut mungkin mencerminkan volume transaksi yang lebih rendah akibat pemadaman internet, bukan hanya pelarian modal. Konektivitas internet di Iran turun sekitar 99% setelah serangan dimulai.