Bank-bank AS Menentang Aturan Stablecoin Baru, Gedung Putih Mendesak Legislasi Segera

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
4 tampilan

Lobbying Bank-Bank Besar dan Respons Gedung Putih

Bank-bank besar di Amerika Serikat sedang melobi untuk memperlambat legislasi baru mengenai stablecoin. Namun, Gedung Putih telah campur tangan secara langsung dengan meminta industri perbankan untuk mundur. Bank-bank tersebut menentang legislasi stablecoin yang sedang diproses di Kongres, dengan alasan bahwa aturan yang diusulkan dapat mengekspos sistem keuangan pada risiko baru dan merugikan pemberi pinjaman tradisional.

Keinginan Gedung Putih untuk Mempercepat Proses Legislasi

Penolakan ini telah menarik respons langsung dari Gedung Putih, yang menegaskan keinginannya agar undang-undang tersebut dapat maju tanpa penundaan lebih lanjut akibat lobi perbankan. Kelompok perbankan mengungkapkan kekhawatiran bahwa kerangka kerja yang diusulkan akan memungkinkan entitas non-bank, termasuk perusahaan teknologi besar, untuk menerbitkan stablecoin tanpa pengawasan yang sama seperti yang diterapkan pada pemberi pinjaman yang diatur secara federal. Para perwakilan industri memperingatkan bahwa hal ini dapat menciptakan ketidakadilan dalam persaingan dan memperkenalkan risiko sistemik ke dalam sistem pembayaran.

Hambatan dalam Proses Legislasi Stablecoin

Penolakan ini merupakan salah satu hambatan paling signifikan yang dihadapi undang-undang stablecoin sejak mendapatkan momentum bipartisan lebih awal tahun ini. Gedung Putih telah memberi tahu kelompok perbankan untuk menghentikan upaya penghalangan terhadap legislasi tersebut, menurut CoinDesk, menandakan bahwa pemerintahan menganggap regulasi stablecoin sebagai prioritas yang tidak ingin mereka lihat terhambat oleh lobi industri.

Intervensi Langka dari Cabang Eksekutif

Intervensi ini patut dicatat mengingat betapa jarangnya cabang eksekutif terlibat secara langsung dalam rincian legislasi keuangan yang masih bergerak melalui Kongres. Para pembuat undang-undang dari kedua belah pihak telah bekerja menuju kesepakatan stablecoin yang menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan konsumen, dan tekanan dari Gedung Putih menunjukkan bahwa pemerintahan ingin proses tersebut diselesaikan dengan cepat.

Pentingnya Stablecoin dalam Infrastruktur Aset Digital

Stablecoin telah menjadi bagian penting dari infrastruktur aset digital, dengan total kapitalisasi pasar token yang terikat dolar melebihi $230 miliar. Kerangka regulasi yang jelas dapat membuka pintu untuk adopsi institusional yang lebih luas dan memberikan keunggulan kompetitif bagi penerbit yang berbasis di AS dibandingkan dengan pesaing asing. Kegagalan untuk meloloskan undang-undang, di sisi lain, berisiko mendorong aktivitas stablecoin lebih jauh ke luar negeri dan meninggalkan pasar tanpa pengawasan federal yang jelas.

Kesimpulan

Penolakan dari Gedung Putih menandakan bahwa setidaknya satu hambatan besar mungkin kini kurang menjadi ancaman bagi kemajuan undang-undang tersebut. Respons lobi perbankan dalam beberapa hari mendatang dapat menentukan apakah Kongres memiliki jalur yang jelas untuk pemungutan suara mengenai stablecoin sebelum liburan musim panas.