Vietnam Berencana Izinkan UKM Gunakan Aset Digital untuk Pinjaman Bank

2 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
5 tampilan

Kementerian Keuangan Vietnam Usulkan Penggunaan Aset Digital sebagai Jaminan Pinjaman

Kementerian Keuangan Vietnam telah mengusulkan agar usaha kecil dan menengah (UKM) dapat menggunakan aset digital, aset virtual, dan kekayaan intelektual sebagai jaminan untuk pinjaman bank. Usulan ini merupakan bagian dari draf revisi Undang-Undang Dukungan untuk UKM yang saat ini terbuka untuk konsultasi publik, menurut laporan dari Viet Nam News. Rencana ini bertujuan untuk memperluas jenis aset yang dapat digunakan oleh bisnis saat mengajukan pinjaman bank.

Jenis Aset yang Dapat Digunakan

Berdasarkan draf tersebut, UKM dapat menggunakan berbagai jenis aset, termasuk:

  • Aset yang akan terbentuk di masa depan
  • Hak atas properti
  • Hak kekayaan intelektual
  • Aset tidak berwujud
  • Aset digital
  • Aset virtual
  • Aset sah lainnya

Perubahan ini diharapkan dapat mengalihkan fokus pinjaman dari real estat dan aset tetap lainnya. Kementerian Keuangan menyatakan bahwa usulan ini bertujuan untuk meningkatkan akses modal bagi perusahaan swasta dan startup teknologi. Banyak perusahaan dalam kategori ini memiliki perangkat lunak, merek, data, paten, atau produk digital, tetapi tidak memiliki tanah atau properti yang biasanya diterima oleh bank sebagai jaminan.

Statistik Pinjaman UKM

Data dari Bank Negara Vietnam menunjukkan bahwa pinjaman UKM yang outstanding mencapai hampir VNĐ3,8 kuadriliun, atau sekitar $144,2 miliar, pada akhir April. Angka ini setara dengan sekitar 20% dari total kredit dalam sistem perbankan, meskipun UKM dan bisnis rumah tangga menyumbang lebih dari 98% dari total perusahaan di Vietnam.

Penilaian Kredit yang Lebih Fleksibel

Draf tersebut juga mendorong lembaga kredit untuk menilai peminjam berdasarkan:

  • Penilaian kredit
  • Rencana bisnis
  • Potensi ekspansi pasar
  • Arus kas perusahaan

Hal ini akan memberikan lebih banyak cara bagi bank untuk meninjau risiko kredit UKM tanpa hanya bergantung pada jaminan tetap.

Hubungan dengan Resolusi Politbiro

Kementerian Keuangan mengaitkan usulan ini dengan Resolusi 68-NQ/TW dari Politbiro, yang menganggap sektor swasta sebagai penggerak penting dalam perekonomian. Draf tersebut juga bertujuan untuk mendukung inovasi, transformasi digital, proyek hijau, dan model bisnis berkelanjutan.

Kerangka Hukum untuk Aset Digital

Usulan ini muncul di tengah upaya Vietnam untuk membangun kerangka hukum yang lebih luas terkait aset digital. Liputan dari crypto.news melaporkan bahwa Vietnam sedang mengembangkan pilot bursa aset digital domestik dan aturan yang lebih ketat terkait perdagangan crypto luar negeri. Namun, rencana jaminan baru ini tidak berarti bahwa bank harus menerima setiap aset digital atau virtual.

Draf tersebut menegaskan bahwa aset harus sah menurut hukum Vietnam, dan penilaian, penyimpanan, pengendalian risiko, serta pengakuan hukum akan menjadi isu kunci bagi pemberi pinjaman sebelum aturan baru diterapkan sepenuhnya.