Kritik Adam Back terhadap Token Gram
CEO Blockstream, Adam Back, secara terbuka mengkritik model ekonomi dari token Gram (GRAM), yang sangat terkait dengan Pavel Durov dan aplikasi pesan populer, Telegram. Cypherpunk terkenal dan pionir Bitcoin ini memberikan tanggapan terhadap pernyataan Durov mengenai penerbitan mata uang fiat. Kritik ini muncul pada hari ketika token TON secara resmi kembali menggunakan nama historisnya, Gram.
Pernyataan Pavel Durov
Pernyataan Back dipicu oleh sebuah unggahan dari Pavel Durov, di mana ia kembali mengkritik sistem keuangan tradisional dan mendukung konsep Bitcoin. “Pemerintah terus mencetak uang seolah tidak ada hari esok. Tidak ada yang mencetak Bitcoin,” kata pendiri Telegram tersebut. Adam Back menanggapi unggahan itu dengan komentar ironis, menunjukkan pada ekosistem blockchain Durov sendiri: “Seseorang memang mencetak GRAM, kan? 🙂“
Tanggapan dan Skeptisisme
Hingga saat ini, Pavel Durov belum memberikan tanggapan terhadap komentar Back. Skeptisisme Back melanjutkan posisinya yang sudah lama terhadap inisiatif kripto Telegram. Dalam sebuah unggahan di Twitter pada Januari 2020, saat Durov terlibat dalam pertempuran hukum dengan regulator AS, Back juga mengeluarkan pernyataan serupa dan secara terbuka menyebut ICO pertama Telegram sebagai “pengambilan uang telanjang.”
Argumen Adam Back
Back berargumen bahwa, tidak seperti modal ventura klasik, pembeli token Gram secara efektif tidak mendapatkan hak korporat atau perlindungan investor. Di sisi lain, Back mengakui adanya ketidakkonsistenan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Ia menyatakan bahwa pemblokiran total proyek Durov, di tengah denda simbolis untuk blockchain EOS, terlihat tidak adil dan menyerupai “menembak nyamuk dengan bazoka.”
Perkembangan Proyek Gram
Setelah tindakan keras dari SEC, Durov terpaksa meninggalkan proyek Gram, yang menyebabkan pengembang independen melanjutkan proyek tersebut dengan nama Toncoin. Sindiran Back bertepatan dengan rebranding resmi cryptocurrency, ketika ticker dari token utama The Open Network (TON) secara resmi diubah menjadi GRAM setelah 81,22% peserta komunitas memberikan suara untuk kembali ke nama asli proyek tahun 2018.