Taiwan Mengesahkan Undang-Undang Crypto untuk Bursa dan Stablecoin

4 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Pengesahan Undang-Undang Layanan Aset Virtual di Taiwan

Taiwan telah mengesahkan Undang-Undang Layanan Aset Virtual, yang memberikan jalur lisensi yang jelas bagi bursa cryptocurrency dan penerbit stablecoin setelah bertahun-tahun ketidakpastian hukum. Yuan Legislatif Taiwan mengesahkan undang-undang ini dalam pembacaan ketiga pada 30 Juni dan mengirimkan RUU tersebut kepada Presiden Lai Ching-te untuk langkah selanjutnya.

Pengawasan dan Aturan Baru

Komisi Pengawas Keuangan (FSC) menyatakan bahwa undang-undang ini memindahkan pengawasan cryptocurrency di Taiwan dari pendaftaran anti-pencucian uang ke pengawasan yang lebih luas terhadap operasi, ketertiban pasar, dan perlindungan pelanggan. Undang-undang ini menciptakan aturan untuk tujuh jenis penyedia layanan aset virtual, termasuk:

  • bursa
  • platform perdagangan
  • perusahaan transfer
  • kustodian
  • penjamin
  • penyedia layanan pinjaman

Aturan yang diatur dalam undang-undang ini mencakup kontrol internal, keamanan siber, tinjauan listing aset, pemisahan aset pelanggan, outsourcing, tanggung jawab sipil, dan pelaporan keuangan, menurut pernyataan FSC.

Proses Lisensi dan Sanksi

Di bawah undang-undang baru ini, bisnis cryptocurrency harus mendapatkan persetujuan dari FSC sebelum beroperasi. Perusahaan yang telah menyelesaikan pendaftaran anti-pencucian uang sebelum undang-undang ini berlaku akan memiliki waktu 12 bulan untuk mengajukan permohonan persetujuan dan 21 bulan untuk mendapatkan lisensi yang diperlukan, menurut FSC. Undang-undang ini juga memberikan perusahaan buffer terbatas jika diperlukan lebih banyak waktu.

FSC menyatakan bahwa periode transisi dapat diperpanjang selama tiga bulan, tetapi hanya sekali. Perusahaan yang gagal menyelesaikan proses sebelum tenggat waktu tidak akan diizinkan untuk melanjutkan bisnis aset virtual di Taiwan.

Penerbit stablecoin akan memerlukan persetujuan dari bank sentral Taiwan dan FSC sebelum menerbitkan token di negara tersebut. Undang-undang ini mengharuskan penerbit untuk mempertahankan aset cadangan penuh, menempatkan cadangan dalam kepercayaan, serta melakukan audit dan pengungkapan publik secara berkala, menurut FSC.

Sanksi untuk Aktivitas Ilegal

Undang-undang ini juga menciptakan sanksi pidana untuk aktivitas tanpa lisensi dan penyalahgunaan pasar. Focus Taiwan melaporkan bahwa operasi penyedia layanan aset virtual (VASP) ilegal atau penerbitan stablecoin dapat membawa hukuman penjara hingga tujuh tahun dan denda hingga NT$100 juta, atau sekitar $3,14 juta. Penipuan dan manipulasi pasar dapat mengakibatkan hukuman yang lebih berat, dengan pelanggar menghadapi hukuman penjara tiga hingga sepuluh tahun dan denda dari NT$10 juta hingga NT$200 juta, menurut Focus Taiwan.

Tujuan dan Dampak Undang-Undang

Dengan pengesahan undang-undang ini, sektor cryptocurrency di Taiwan mendapatkan dasar hukum formal setelah periode di mana banyak bisnis bergantung pada pendaftaran anti-pencucian uang daripada lisensi penuh. Dokumen legislatif menyatakan bahwa undang-undang ini bertujuan untuk melindungi pelanggan, mendukung pengembangan sektor, dan membawa Taiwan lebih dekat ke standar global yang digunakan di pasar seperti Uni Eropa, Jepang, dan Korea Selatan.

Langkah Selanjutnya

Selain itu, FSC merilis draf Undang-Undang Layanan Aset Virtual pada Maret 2025 dengan aturan lisensi untuk perusahaan cryptocurrency, standar stablecoin, dan langkah-langkah perlindungan investor. Pengesahan baru ini mengubah arah draf tersebut menjadi undang-undang yang menunggu pengesahan dan tanggal efektif dari kabinet.

FSC menyatakan bahwa mereka akan terus menyusun sub-aturan yang diizinkan dan akan berkonsultasi dengan kelompok industri serta pemangku kepentingan lainnya. Tahap berikutnya akan memutuskan bagaimana standar lisensi, aturan personel, kontrol internal, dan prosedur stablecoin bekerja dalam praktik.