Ripple CTO Emeritus: Mengapa Suara Tata Kelola BonkDAO Sebesar $20 Juta Dapat Dikategorikan Sebagai Penipuan Korporat

3 jam yang lalu
Waktu baca 1 menit
3 tampilan

Suara Resmi dan Tanggung Jawab Hukum

Suatu suara resmi untuk menarik dana dari kas organisasi terdesentralisasi tidak membebaskan peserta dari tanggung jawab pidana dan perdata. Hal ini disampaikan oleh David Schwartz, CTO Emeritus Ripple, saat mengomentari kerugian sebesar $20 juta yang dialami oleh BonkDAO. Schwartz menjelaskan secara rinci mengapa, dari sudut pandang hukum, insiden ini dapat diklasifikasikan sebagai penipuan korporat, serta mengapa konsep “kode adalah hukum” tidak diakui oleh pengadilan negara dalam konteks distribusi aset bersama.

Insiden BonkDAO

Sebelumnya, kas terdesentralisasi dari koin meme BONK di blockchain Solana kehilangan 4,42 triliun token melalui proposal resmi, BIP #76, di platform Realms. Insiden ini bukanlah hasil dari serangan peretas; tidak ada kontrak pintar yang dilanggar, dan penyerang memanfaatkan mekanisme pemungutan suara berbasis token yang terintegrasi dalam sistem. Skema ini dilakukan dalam beberapa langkah.

Schwartz menolak klaim dari para pendukung desentralisasi yang berargumen bahwa transaksi tersebut sah hanya karena mengikuti aturan kontrak pintar. Ia menjelaskan bahwa preseden ini memenuhi syarat sebagai penipuan korporat karena tidak adanya pendaftaran DAO sebagai entitas hukum, seperti LLC, secara otomatis menjadikan struktur tersebut setara dengan kemitraan umum menurut hukum.

“Jika Anda dan saya menjalankan bisnis bersama tanpa membuat pengaturan hukum khusus, Anda tidak dapat mengambil dana bersama dan mengubahnya menjadi dana pribadi, meskipun kita setuju bahwa Anda dapat mengalahkan suara saya. Secara otomatis, menurut hukum, Anda adalah seorang fidusia ketika memberikan suara pada dana bersama,” jelas Schwartz.

Dalam format ini, semua peserta menanggung tanggung jawab bersama dan masing-masing, dan setiap orang yang memberikan suara mendukung proposal yang merugikan melanggar kewajiban fidusia mereka kepada pemegang lainnya.

Pentingnya Evaluasi Hukum

Schwartz juga menekankan bahwa pengadilan hanya mengevaluasi kerugian ekonomi, dan tidak ada “pengecualian koin meme” dalam hukum. Saat ini, perwakilan BonkDAO telah secara resmi melaporkan pencurian tersebut kepada lembaga penegak hukum. Tim proyek, bersama dengan Solana Foundation dan bursa terpusat, sedang melakukan analisis untuk melacak dan memblokir aset yang dicuri.

Para ahli hukum mencatat bahwa preseden ini menandai akhir dari era nihilisme hukum dalam DeFi. Dalam kasus ini, blockchain tidak berfungsi sebagai perisai pelindung bagi penyerang, tetapi sebagai alat transparan untuk mencatat pelanggaran.