CLARITY Act Menghadapi Tantangan Saat Patrick Witt Memulai Cuti Militer

3 jam yang lalu
2 menit baca
2 tampilan

Penasihat Kripto Gedung Putih Mengambil Cuti untuk Pelatihan Hukum Militer

Penasihat kripto Gedung Putih, Patrick Witt, akan mengambil cuti selama beberapa bulan mulai akhir Juli untuk menyelesaikan pelatihan hukum militer wajib dengan Garda Nasional Angkatan Darat Georgia. Langkah ini diambil saat negosiator Senat berusaha memajukan CLARITY Act sebelum lembaga tersebut meninggalkan Washington untuk liburan musim panas.

Crypto In America melaporkan bahwa Witt diperkirakan akan menyelesaikan tugasnya di Gedung Putih pada 24 Juli dan memulai pelatihan Judge Advocate General pada 27 Juli. Program ini akan memqualifikasinya untuk bertugas sebagai petugas JAG.

Hingga saat ini, Witt dan Gedung Putih belum memberikan komentar publik terkait hal ini.

Peran Witt di Gedung Putih

Witt menjabat sebagai Direktur Eksekutif Dewan Penasihat Presiden untuk Aset Digital. Ia berperan sebagai kontak utama administrasi untuk para pembuat undang-undang, bank, perusahaan kripto, dan kelompok penegak hukum yang terlibat dalam penyusunan undang-undang terkait struktur pasar. Laporan menyebutkan bahwa Witt membantu mengelola pembicaraan mengenai imbal hasil stablecoin, aturan etika pemerintah, dan perlindungan bagi pengembang perangkat lunak terdesentralisasi, yang tetap menjadi bagian dari negosiasi Senat.

Sebelumnya, Witt menunda pelatihannya dari bulan April saat diskusi berlanjut, namun penundaan kedua tidak dapat dilakukan. Direktur Deputi, Harry Jung, diperkirakan akan mengambil alih tanggung jawab utama Witt selama cuti. Jung telah bekerja sama dengan Witt selama negosiasi dan menghadiri banyak pertemuan yang sama, menurut sumber yang akrab dengan transisi tersebut.

Dampak Cuti Witt terhadap Legislasi

Witt berencana untuk tetap terlibat sebisa mungkin selama pelatihan, tetapi masih belum jelas apakah ia akan kembali ke perannya di Gedung Putih secara penuh waktu setelahnya. Kepergian Witt juga akan mempengaruhi pekerjaan pada Cadangan Bitcoin Strategis, implementasi GENIUS Act, dan perubahan pajak kripto yang diusulkan.

Jadwal resmi Senat 2026 mencantumkan periode kerja negara bagian dari 10 Agustus hingga 11 September, menjadikan 7 Agustus sebagai hari sesi terakhir yang dijadwalkan sebelum liburan. Para pendukung menganggap tanggal tersebut sebagai target utama, karena periode kampanye menengah mungkin membuat tindakan di lantai lebih sulit di kemudian hari.

Seperti yang dilaporkan sebelumnya, staf Senat masih perlu menggabungkan teks komite Perbankan dan Pertanian sebelum pemungutan suara penuh di lembaga. RUU tersebut kemungkinan memerlukan 60 suara, yang membutuhkan dukungan dari beberapa Demokrat.

Ketentuan etika, aturan anti-pencucian uang, dan perlindungan keuangan terdesentralisasi tetap menjadi isu yang diperdebatkan. Witt menyebut minggu ini “kritis” untuk legislasi dalam sebuah pos pada 13 Juli, menekankan bahwa para pembuat undang-undang sudah kehilangan waktu dan “tidak bisa menunda lebih lama lagi.”

CLARITY Act dan Dukungan untuk Legislasi

Cuti yang direncanakan Witt dimulai kurang dari tiga minggu sebelum hari sesi terakhir Senat yang dijadwalkan sebelum istirahat. Minggu ini juga merupakan peringatan satu tahun GENIUS, yang mengingatkan kita akan kerja keras yang telah dilakukan untuk RUU ini, tetapi juga tentang waktu yang telah terbuang.

CLARITY Act bertujuan untuk menciptakan aturan federal untuk pasar aset digital dan membagi pengawasan antara Securities and Exchange Commission dan Commodity Futures Trading Commission. RUU ini juga akan menetapkan persyaratan untuk bursa, aset pelanggan, dan perantara kripto. Meskipun telah mendapatkan dukungan dari kelompok penegak hukum, beberapa organisasi masih menginginkan perubahan pada perlindungan pengembang dan wewenang investigasi.

Asosiasi Petugas Penegak Hukum Federal mendukung langkah ini sambil mencari bahasa yang lebih ketat untuk keuangan terdesentralisasi dan kekuatan penegakan federal. Presiden Donald Trump dan Senator Cynthia Lummis juga telah menyerukan agar RUU ini disahkan sebelum liburan.

Transisi Gedung Putih ke Jung menawarkan kontinuitas, tetapi ketidakhadiran Witt menghilangkan negosiator utama administrasi selama minggu-minggu terakhir yang dijadwalkan sebelum istirahat akhir musim panas ini.