SEC Menyebut XRP Sebagai Sekuritas, David Schwartz dari Ripple Menanggapi

3 jam yang lalu
2 menit baca
2 tampilan

David Schwartz Tantang Klaim SEC Mengenai XRP

David Schwartz, CTO Emeritus Ripple, menantang klaim bahwa Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) hanya fokus pada penjualan XRP oleh Ripple. Ia menyatakan bahwa pengaduan dan pernyataan publik dari lembaga tersebut berulang kali menggambarkan XRP itu sendiri sebagai sekuritas, sebelum pengadilan menolak bagian dari posisi yang lebih luas tersebut. Pernyataan ini muncul setelah komentar dari mantan pengacara SEC, Marc Fagel, yang menyebut bahwa kasus ini pada akhirnya bergantung pada apakah Ripple menjual XRP melalui penawaran sekuritas yang tidak terdaftar.

Argumen Schwartz dan Tanggapan Pengadilan

Schwartz berargumen bahwa ringkasan ini mengabaikan bahasa asli regulator dan tanggapan pengadilan terhadapnya. Dalam pertukaran di platform X pada 14 Juli, Fagel menyatakan bahwa SEC perlu membuktikan bahwa Ripple menjual XRP sebagai sekuritas untuk membuktikan pelanggaran Pasal 5. Ia menambahkan bahwa lembaga tersebut tidak perlu memutuskan setiap transaksi pasar sekunder dalam kasusnya melawan Ripple. Schwartz setuju bahwa penjualan Ripple penting, tetapi menolak klaim bahwa ini adalah satu-satunya argumen regulator. Ia menulis,

“Pengaduan itu sendiri sering merujuk pada XRP itu sendiri sebagai sekuritas.”

Ia menyebut pengulangan yang lebih sempit sebagai “upaya untuk sepenuhnya menulis ulang sejarah.”

Pernyataan SEC dan Putusan Pengadilan

Pengaduan SEC pada Desember 2020 menyatakan bahwa Ripple dan eksekutifnya menjual lebih dari 14,6 miliar unit “aset digital sekuritas yang disebut XRP.” Regulator mengklaim bahwa penjualan tersebut mengumpulkan lebih dari $1,38 miliar tanpa pendaftaran atau pengecualian. Pengumuman publik SEC berfokus pada dugaan penawaran Ripple yang tidak terdaftar dan penjualan pribadi eksekutifnya. Fagel kemudian mengakui bahwa pesan lembaga tersebut kurang nuansa dan bahwa poin-poinnya tampak berubah selama kasus tersebut. Ia mempertahankan bahwa pertanyaan hukum akhir berkaitan dengan transaksi XRP Ripple.

Keputusan Hakim dan Dampaknya

Hakim Analisa Torres membedakan antara XRP dan kontrak atau skema yang digunakan untuk menjualnya. Perintahnya pada Juli 2023 menyatakan bahwa XRP, sebagai token digital, tidak “dalam dan dari dirinya sendiri” merupakan kontrak, transaksi, atau skema yang memenuhi tes Howey. Pengadilan kemudian meninjau penjualan Ripple berdasarkan kategori. Mereka menemukan bahwa sekitar $728,9 juta dalam penjualan institusional langsung merupakan kontrak investasi yang tidak terdaftar. Penjualan pertukaran programatik tidak memenuhi tes yang sama karena pembeli tidak tahu apakah Ripple atau pemegang lain yang menjual token tersebut.

Akhir Kasus dan Implikasinya

SEC dan Ripple membatalkan banding mereka pada Agustus 2025, secara resmi mengakhiri kasus perdata tersebut. Putusan akhir mempertahankan denda sebesar $125,04 juta dan larangan permanen terkait penjualan institusional yang tidak terdaftar di masa depan. Secara signifikan, komunitas XRP menandai 13 Juli sebagai ulang tahun ketiga dari putusan 2023. Keputusan tersebut melindungi penjualan pertukaran programatik Ripple sambil meninggalkan transaksi institusionalnya yang tunduk pada hukum sekuritas. Laporan terkait menunjukkan bahwa Ripple mempertimbangkan untuk menutup setelah SEC mengajukan pengaduannya. Perusahaan melanjutkan kasus tersebut dan menghabiskan sekitar $150 juta untuk pembelaan hukumnya, menurut eksekutif Ripple, seperti dilaporkan oleh crypto.news.

Kesimpulan

Schwartz mengatakan bahwa penolakan pengadilan terhadap posisi lebih luas SEC merupakan bagian besar dari kemenangan Ripple. Fagel mengatakan bahwa hasilnya masih berfokus pada apakah penjualan Ripple memenuhi syarat sebagai transaksi sekuritas. Pertukaran mereka mencerminkan perselisihan yang berkepanjangan mengenai beban hukum lembaga tersebut, kata-kata publik, dan putusan yang dihasilkan. Perbedaan itu masih membentuk bagaimana sejarah hukum XRP dijelaskan.