Pernyataan Penting dari Penasihat Cryptocurrency Gedung Putih
Penasihat cryptocurrency Gedung Putih, Patrick Witt, menyatakan bahwa minggu ini akan menjadi krusial bagi Clarity Act, RUU cryptocurrency yang banyak dibicarakan dan berpotensi mengubah industri ini. “Minggu ini sangat penting untuk Clarity, yang kebetulan juga bertepatan dengan ulang tahun satu tahun GENIUS. Ini adalah pengingat akan kerja keras luar biasa yang telah dilakukan untuk RUU ini, serta waktu yang telah kita sia-siakan. Kita tidak bisa lagi menunda,” kata Witt di jaringan media sosial X milik Elon Musk.
Urgensi dan Tantangan Clarity Act
Pernyataan ini muncul setelah Gedung Putih meminta Senat untuk meloloskan RUU berisiko tinggi ini, dengan mengangkat isu geopolitik untuk menekankan urgensinya. Ekonomi terbesar kedua di dunia berusaha untuk mendominasi baik dalam kecerdasan buatan maupun cryptocurrency, dan meloloskan Clarity Act dapat membantu AS mempertahankan posisinya sebagai pemimpin.
Menurut data dari Polymarket, hanya ada 40% kemungkinan RUU “aturan jalan” cryptocurrency ini akan ditandatangani menjadi undang-undang tahun ini, meskipun ada pernyataan terbaru dari Gedung Putih. RUU ini, yang telah disetujui oleh DPR pada bulan Juli lalu, memerlukan setidaknya 60 suara untuk melewati filibuster, yang merupakan tantangan yang sangat sulit. Pada bulan Mei, Clarity Act berhasil maju dari Komite Perbankan Senat, tetapi belum mendapatkan suara penuh.
Kekhawatiran dan Dukungan dari Para Demokrat
Para Demokrat mengungkapkan kekhawatiran mengenai beberapa ketentuan dalam RUU ini, termasuk stablecoins, DeFi, koin meme, dan rincian teknis lainnya. Kekhawatiran etis juga menjadi isu utama dalam upaya untuk mendapatkan dukungan dari setidaknya tujuh suara Demokrat. Meskipun beberapa Demokrat mendukung RUU ini karena potensinya untuk mendorong inovasi dan menciptakan lapangan kerja, mereka tetap khawatir tentang kemungkinan korupsi.
Seperti dilaporkan oleh U.Today, Senator Cynthia Lummis, salah satu pendukung Bitcoin terkuat di Senat, baru-baru ini memperingatkan bahwa RUU ini bisa terhenti hingga tahun 2030, tergantung pada hasil pemilihan menengah.